Rupiah Melemah, Tembus 14.000 per Dolar Singapura
Ilustrasi pecahan 50 dolar Singapura./visi.news/Shutterstock.
Tekanan terhadap rupiah turut berdampak pada cadangan devisa Indonesia yang dilaporkan turun ke level terendah dalam hampir dua tahun pada April. Bank Indonesia disebut meningkatkan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Penurunan cadangan devisa tersebut dinilai meningkatkan risiko terhadap prospek peringkat kredit Indonesia, dengan lembaga pemeringkat Fitch Ratings dan Moody’s Ratings disebut telah menurunkan outlook negara.
Di sisi lain, The Straits Times juga menyoroti sejumlah dinamika domestik yang memengaruhi sentimen investor, termasuk kebijakan ekspor sumber daya alam strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) serta kasus penggeledahan di Badan Gizi Nasional (BGN).
“Indeks Komposit Jakarta telah turun setiap bulan pada tahun 2026 dan berada di jalur untuk mencatat kerugian tahunan terbesar sejak 2008,” tulis media tersebut.
Aksi jual di pasar saham tersebut disebut turut menggeser posisi Indonesia sebagai pasar saham terbesar di Asia Tenggara yang kini diklaim berpindah ke Singapura setelah lima tahun berada di posisi puncak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!