Rudi, "Jorjoran Berikan Bonus Atlet, Tapi Tak Perhatikan Jaminan Hari Tua Mereka"
"Bisa mendapatkan hari tua yang menjamin. Golden age itu tarolah di usia 14 berlatih paling maxsimal di 26-27," cetusnya. Dikatakan, kalau lebih ini lagi kan sekarang untuk PON KU (Kelompok Umur) ada yang mencapai 23 atau paling banter di 25, apalagi bawahnya Porprov.
"Sekarang sudah mulai itu. Hanya satu, dua nomor saja yang boleh untuk senior," tuturnya lagi.
Nah itu artinya apa, kata Rudi, karena jenjang olahraga ini regenerasinya harus berjalan.
"Menang ditingkat lokal umur sekian kemudian harus menang di tingkat regional, Jawa Barat umur sekian. Jika menang ini waktu PON berikutnya masih ada waktu," jelasnya.
Ditegaskan, exciting sekali amazing untuk bonus. "Cukup dia diberikan jaminan hari tua. Setelah tidak itu dia apa. Dia kerja apa. Dia dijaminkan apa," jelasnya. Dalam arti, tambahnya, ada JHT, ada pesangon, dalam artian atlet sudah tidak lagi bertanding.
"Bisa jadi pelatih kalau diperlukan tapi dia hidup itu tenang tidak berpikir lagi pada hal-hal bekal untuk hidup," cetus Rudi.
Dikatakan, untuk tingkat kota/kabupaten ini tidak memberikan sepersen pun bagi atlit yang berprestasi ada jaminan hari tua atau menjadi PNS. "Tapi saya optimis pemerintah akan semakin memperhatikan berbagai elemen dan komponen masyarakat, termasuk keolahragaan didalamnya," pungkasnya.@bik
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!