Ruang Digital Tanpa Sekat: Ketika Anak-anak Mencari “Rumah” di Komunitas Kekerasan
“Karena di dalam komunitas ini aspirasi mereka bisa didengarkan oleh rekan-rekannya, bisa terjadi interaksi, dialog, dan saling memberikan rekomendasi atau masukan untuk menyelesaikan solusinya masing-masing, tentunya dengan kekerasan-kekerasan tersebut,” jelas Mayndra.
Menurutnya, sebagian besar anak tidak sepenuhnya memahami atau menganut ideologi kekerasan ekstrem. Namun, komunitas TCC telah menjadi tempat pelarian emosional yang dianggap sebagai rumah kedua.
“Anak-anak kita ini tidak menganut paham ini secara penuh atau total. Mereka hanya menjadikan ini sebagai inspirasi, dan tadi, rumah kedua bagi mereka,” imbuhnya.
Kekhawatiran Densus 88 semakin meningkat setelah ditemukan adanya pergeseran dari konsumsi konten kekerasan menuju tindakan nyata. Sejumlah anak diketahui telah membeli replika senjata api, busur, dan pisau, lengkap dengan simbol, tulisan, serta narasi ideologis yang melekat pada benda-benda tersebut.
“Ada replika senjata api dan busur dengan ciri khas mereka menulis pahamnya, tokoh-tokohnya, dan beberapa narasi yang menurut mereka memiliki arti dan simbol di dalam replika senjatanya. Juga pisau sebagai alat kekerasan,” ungkap Mayndra.
Tak hanya itu, Densus 88 juga mengidentifikasi kepemilikan atribut bernuansa militer, buku bermuatan ideologis, hingga komponen elektronik dan bahan peledak yang dinilai berbahaya jika disalahgunakan oleh anak-anak.
Fenomena ini bahkan memiliki dampak lintas negara. Densus 88 mengungkap adanya keterkaitan ideologis antara komunitas TCC dengan aksi penikaman di sebuah sekolah di Moskow, Rusia. Pelaku penusukan diketahui mengunggah foto selfie bersama senjata yang digunakan ke dalam grup TCC.
“Di dalam gagang senjata, pelaku penusukan di Moskow ini kita bisa lihat ada tulisan ‘Jakarta Bombing 2025’. Foto itu diambil oleh yang bersangkutan dan kemudian di-upload di dalam komunitas ini,” kata Mayndra.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!