RS-UNS Dikembangkan dengan Layanan Unggulan Gagal Jantung
VISI.NEWS | SOLO - Rumah sakit pendidikan milik Universitas Sebelas Maret (RS-UNS) Solo untuk mendidik calon dokter dan mahasiswa fakultas kedokteran, akan dikembangkan dengan layanan unggulan utama perawatan gagal jantung. Pertimbangannya, masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut sangat banyak karena populasi penderita gagal jantung cukup tinggi. Sedangkan di Indonesia saat ini baru ada 11 rumah sakit rujukan center gagal jantung dengan jumlah pasien membludak.
Direktur RS-UNS, Prof. Dr. Hartono, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, seusai peresmian "Poliklinik Eksekutif" dan "UNS Aesthetic Center" di lantai 3 rumah sakit yang berlokasi di kawasan kampus UNS Pabelan, Kamis (6/1/2022).
"Layanan unggulan untuk pasien gagal jantung akan menjadi prioritas utama. Kalau program layanan unggulan gagal jantung sudah paripurna, berikutnya kita akan mengembangkan pelayanan keunggulan lainnya," ujar Prof Dr Hartono.
RS-UNS yang terletak di ujung barat Kota Solo berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, dalam usia 5 tahun saat ini berkembang menjadi rumah sakit rujukan dengan jumlah kunjungan pasien yang terus meningkat secara signifikan. Selama ini, menurut Prof. Hartono, potensi keunggulan RS-UNS sudah difasilitasi baik berupa pengembangan sumber daya manusia maupun peralatan, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk pembukaan poliklinik eksekutif dan "UNS Aesthetic Center".
Dia berharap, kehadiran layanan baru yang merupakan kemajuan dalam mengembangkan layanan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. "Pada tahun kelima, RS UNS terus melakukan inovasi dan perbaikan perbaikan. Pembukaan Poliklinik Eksekutif dan peresmian UNS Aesthetic Center, merupakan bagian dari grand desain RS-UNS," jelasnya.
Direktur RS UNS menyatakan, secara bertahap rumah sakit yang dia pimpin ditargetkan menjadi rumah sakit tipe A dan merupakan Rumah Sakit Pendidikan Utama yang bereputasi internasional.
Dia optimis, target dapat tercapai karena kinerja RS-UNS yang setiap tahun menunjukan peningkatan, di antaranya dengan terus bertambahnya layanan spesialis dan sub-spesialis.
Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, seusai meresmikan "Poliklinik Eksekutif" dan "UNS Aesthetic Center", menyatakan, pengelolaan RS-UNS lebih mengutamakan pengembangan pelayanan, sekaligus memberikan pemahaman terhadap para mahasiswa dan dosen FP-UNS bahwa mereka bisa mengabdikan diri di rumah sakit pendidikan tersebut.
Menjawab pertanyaan apakah dalam 5 tahun ini sudah mencapai Break Event Point (BEP), Prof Jamal menyatakan pengelolaan rumah sakit lebih mengutamakan pelayanan, disamping memberikan pemahaman mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran, bahwa mereka bisa mengabdikan dirinya.
"Apakah dalam 5 tahun RS-UNS sudah BEP, yang penting pengelolaan rumah sakit lebih mengutamakan pelayanan. Jadi, surplus bukan tujuan utama dan pengelolaan RS-UNS bukan berorientasi keuntungan. Yang pasti, mulai 2020 UNS sudah tidak memberi subsidi ke rumah sakit dan pada 2021 RS memberi kontribusi kepada UNS," tutur Prof Jamal.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!