Robert Kardinal Optimistis KNMP Kembalikan Papua Lumbung Tuna Indonesia Timur
Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal./visi.news/ist.
Ia mencontohkan Pulau Mapia di Kabupaten Supiori yang berjarak sekitar 68 mil laut dari Palau, sementara jarak menuju Biak mencapai sekitar 180 mil laut.
“Kampung Nelayan Merah Putih perlu dibangun di kawasan terluar itu agar kehadiran negara semakin kuat dan Merah Putih tetap berkibar di wilayah perbatasan,” tegasnya.
Robert mengatakan kawasan tersebut memiliki potensi hasil laut yang besar, mulai dari tuna, cakalang, kerapu, rumput laut hingga teripang. Mayoritas masyarakat setempat juga menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
Karena itu, pembangunan KNMP dinilai tidak hanya meningkatkan produksi dan hilirisasi hasil laut, tetapi juga memperkuat pengawasan wilayah perairan terluar Indonesia.
Menghidupkan Kembali Kejayaan Industri Perikanan Papua
Politisi Fraksi Golkar itu juga menyoroti Kepulauan Mapia atau Pulau Beras di Kabupaten Supiori yang pernah menjadi salah satu penghasil tuna terbesar di Papua.
Ia mengingat kembali kejayaan industri perikanan Papua pada periode 1999–2003 ketika perusahaan pengalengan ikan PT Biak Mina Jaya milik Jayanti Group beroperasi di Biak Numfor.
Pada masa itu, perusahaan tersebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja asli Papua dan menjadikan Biak sebagai salah satu pusat industri perikanan terbesar di Indonesia timur. Operasional perusahaan didukung sekitar 1.000 hingga 1.500 rumpon yang tersebar di perairan Papua.
Selain itu, Robert juga menyinggung kiprah perusahaan negara PT Usaha Mina di Sorong yang pada masanya mampu mengekspor tuna dan cakalang langsung ke Jepang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!