Robert Alberts Buka Suara soal Sengketa Gaji Persib dan Sanksi FIFA

Desi Rossilawati
Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:27 WIB
Bagikan
Robert Alberts Buka Suara soal Sengketa Gaji Persib dan Sanksi FIFA

Eks pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts./visi.news/bolasport.

VISI.NEWS - Eks pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, buka suara mengenai sengketa penunggakan gaji yang sempat membuat Maung Bandung terkena sanksi FIFA Registration Ban.

Robert mengatakan persoalan tersebut bermula dari pembayaran yang belum diselesaikan Persib sesuai kesepakatan. Ia mengaku telah berupaya menyelesaikan masalah tersebut secara langsung dengan manajemen klub sebelum akhirnya membawa perkara itu ke FIFA.

"Halo semuanya, Robert Alberts di sini. Saya telah diam mengenai masalah ini cukup lama, dan ada alasannya. Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini," ujar Robert dalam keterangan videonya dikutip, Rabu (12/8/2026).

Robert kemudian menjelaskan alasan dirinya akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menyebut muncul komentar dari sejumlah pihak yang menurutnya tidak mengetahui persoalan sebenarnya dan justru menyalahkan dirinya serta keluarganya.

"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri. Dan sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi, itulah alasan mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.

Robert juga menjelaskan awal mula hubungannya dengan Persib hingga terjadinya sengketa pembayaran. Ia menegaskan tidak pernah dipecat dari posisi pelatih kepala, melainkan mengundurkan diri.

"Kembali pada tahun 2021, saya menandatangani perjanjian saya dengan Persib, dan kontrak saya berlangsung hingga Mei 2025. Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala," ujarnya.

Setelah terjadi pergantian manajemen Persib, Robert mengaku tetap berkomunikasi dengan manajemen baru, termasuk dengan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) saat itu, Adhitia Putra Herawan.

"Manajemen Persib berubah setelah itu, dan dengan manajemen yang baru, saya mencoba mendiskusikan pembayaran yang tertunda dalam sebuah rencana pembayaran. Kami merundingkan pengaturan pembayaran selama masa durasi kontrak saya, dan pada Januari 2025, saya secara pribadi bertemu dengan Aditia dari manajemen baru," tuturnya.

Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan mengenai pembayaran secara bertahap. Robert juga menyebut dirinya bersedia menerima nilai pembayaran yang lebih rendah dibandingkan kontrak awal sebagai bentuk kompromi.

"Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama; sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak. Dan saya tentu saja juga tertarik untuk membantu klub, karena saya memahami situasi mereka. Kami mencapai kesepakatan untuk melakukan cicilan dari Maret hingga Desember 2025."

"Sebenarnya, saya setuju untuk mengurangi jumlah awal, dan saya bersedia berkompromi, menerima kurang dari jumlah kontrak asli karena saya juga memahami situasi klub dan benar-benar berusaha membantu Persib juga," bebernya.

Robert membantah anggapan bahwa Persib tidak mengetahui persoalan pembayaran tersebut. Menurutnya, masalah itu telah dibicarakan secara langsung dengan manajemen klub dalam pertemuan pada Januari 2025.

"Ada satu poin lagi yang ingin saya klarifikasi karena saya telah mendengar pernyataan bahwa Persib tidak tahu-menahu mengenai kasus ini. Saya merasa sulit untuk memahaminya karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan klub."

"Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kita telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025 di mana kita telah menyelesaikan masalah-masalah ini," ujarnya.

Robert mengatakan perkara tersebut kemudian dibawa ke FIFA dengan menyertakan bukti kontrak dan pembayaran terakhir.

"Klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tertunda, masalah ini dibawa ke hadapan FIFA, dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi. Ini bukan sekadar klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA; bukti-bukti telah diserahkan dan FIFA telah membuat keputusannya," jelasnya.

Menurut Robert, FIFA kemudian menetapkan adanya kewajiban Persib yang belum diselesaikan kepadanya. Ketika pembayaran belum dilakukan, sanksi pendaftaran kemudian diberlakukan.

"FIFA telah menentukan bahwa Persib memiliki kewajiban yang belum diselesaikan kepada saya dan memerintahkan pembayaran tahun lalu. Ketika pembayaran masih belum dilakukan oleh Persib, konsekuensi di bawah proses FIFA pun mengikuti, termasuk sanksi pendaftaran tahun lalu," ucap Robert.

Robert mengatakan Persib sempat melakukan pembayaran setelah FIFA menjatuhkan sanksi. Namun, pembayaran tersebut belum mencakup seluruh kewajiban yang harus dibayarkan hingga Desember 2025.

"Setelah FIFA memerintahkan sanksi tersebut tahun lalu, Persib segera membayar saya, tetapi itu baru sebagian dari pembayaran. Masih banyak bulan-bulan lainnya yang harus dibayarkan hingga Desember 2025," katanya.

Ia mengaku tetap berusaha menyelesaikan persoalan tersebut tanpa memperpanjangnya melalui FIFA.

"Saya mencoba menyelesaikan masalah ini secara langsung sepanjang waktu, menghubungi klub, saya menginginkan penjelasan mereka, dan saya memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Saya diam cukup lama karena ingin melindungi hubungan baik, dan juga karena saya sungguh berharap kita bisa menyelesaikan semuanya tanpa harus melalui FIFA," tuturnya.

Robert kembali menegaskan bahwa sengketa tersebut berkaitan dengan kesepakatan pembayaran yang dibuat bersama manajemen baru Persib pada Januari 2025.

"Jadi, saya rasa sekarang sudah sangat jelas bahwa orang-orang tahu itu adalah kesepakatan yang dibuat antara manajemen baru pada Januari 2025, di mana mereka harus membayar sisa uang saya yang jumlahnya sudah lebih sedikit dari sebelumnya. Dan karena uang tersebut tidak dibayarkan, FIFA bertindak sebagaimana mestinya, dan saya pun bertindak sebagaimana mestinya," ujarnya.

Robert kini menyatakan sengketa penunggakan gajinya dengan Persib telah selesai. Ia mengatakan manajemen Persib telah membayar seluruh kewajiban yang masih tertunda.

"Dan sebagai informasi untuk Anda, kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut," katanya.

Setelah persoalan tersebut dinyatakan selesai, Robert mengatakan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai sengketa tersebut.

"Dengan ini, saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi dan seperti biasa saya akan bilang... Bagussssss," ujar Roberts mengakhiri.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.