Reynaldi : Program PPPK Guru, Harus Prioritaskan Guru Senior Yang Sudah Mengabdi Puluhan Tahun

ED
Jumat, 18 Februari 2022 | 13:15 WIB
Bagikan
Reynaldi : Program PPPK Guru, Harus Prioritaskan Guru Senior Yang Sudah Mengabdi Puluhan Tahun
VISINEWS | BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Reynaldi menyatakan, kebijakan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam program satu juta PPPK guru tidak mendukung harapan mereka, salah satu alasannya ialah, karena afirmasi kompetensi. Misal, ada yang mengabdi lebih dari 30 tahun, faktanya tersingkir oleh guru muda karena afirmasi kompetensi teknisnya lebih besar, seharusnya, kebijakan tersebut tidak hanya menggunakan rasional, tetapi harus pakai hati. "Kebijakannya tidak dirasa merata oleh seluruh honorer, seharusnya pro honorer terutama honorer K2 karena pemerintah kan pengin honorer itu ada hanya sampai 2023," katanya. Lebih jauh, Reynaldi mengungkapkan, dalam seleksi PPPK 2022, sebaiknya tidak terdapat tes karena para honorer ini pernah mengikuti tes pada tahun 2013, pasalnya, PPPK tidak jauh beda dengan honorer, sama-sama tidak mendapatkan pensiun. "PPPK tidak perlu ada tes, seharusnya kebijakan 2022 harus lebih berpihak kepada honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun," ungkapnya. Terakhir, guru honorer K2 dan tenaga kependidikan berharap usia tua jangan diadu dengan guru muda, apalagi yang beserdik (Sertifikat Pendidik) alasannya karena penghargaan pengabdian honorer K2 didasari rasa ikhlas. "Sekali lagi, enyelesaikan honorer itu harus dengan hati ikhlas sehingga tidak merugikan kelompok guru honorer negeri terutama honorer K2," pungkasnya. @eko.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.