VISI.NEWS | BANDUNG — Uni Emirat Arab (UEA) disebut tengah menyiapkan rencana pembangunan kompleks hunian sementara bagi ribuan warga Palestina yang mengungsi di wilayah selatan Gaza yang kini berada di bawah kendali militer Israel. Informasi tersebut terungkap melalui peta perencanaan yang dilihat Reuters serta keterangan sejumlah diplomat yang mengetahui inisiatif tersebut.
Lokasi yang direncanakan berada di sekitar Rafah, kota di dekat perbatasan Mesir yang sebelumnya dihuni ratusan ribu warga, namun kini sebagian besar hancur akibat konflik berkepanjangan. Kawasan itu termasuk dalam zona yang dikuasai militer Israel, dekat garis demarkasi yang disepakati dalam gencatan senjata pada Oktober lalu.
Seorang pejabat UEA tidak secara langsung membenarkan proyek tersebut, namun menegaskan komitmen negaranya dalam bantuan kemanusiaan.
“UEA tetap berkomitmen untuk meningkatkan upaya kemanusiaannya guna mendukung warga Palestina di Gaza,” ujarnya.
Rencana tersebut disebut dibahas dalam kerangka inisiatif perdamaian yang didorong Amerika Serikat, termasuk misi multinasional yang berbasis di Israel selatan. Sejumlah diplomat menyebut pejabat Emirat telah memaparkan detail proyek hunian sementara itu dalam forum internasional yang melibatkan Washington.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan proyek UEA dikoordinasikan dengan pemerintahnya.
“Kami terus terkesan dengan upaya UEA dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi warga Gaza,” katanya.
Namun, inisiatif tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait kelayakan politik dan sosialnya. Mayoritas warga Palestina saat ini tinggal di wilayah Gaza yang tidak berada di bawah kendali Israel, sehingga ada keraguan apakah mereka bersedia pindah ke zona yang dijaga militer Israel.