Rembug Bedas di Desa Sukaluyu, Bupati Bandung Pastikan 13 Program Prioritas Berjalan di Masyarakat
Kang DS pun mendorong masyarakat petani untuk membuat koperasi petani. Pemkab Bandung pun sudah memberikan hibah untuk para petani sebesar Rp 25 miliar pada tahun 2023, dan sebesar Rp 19 miliar pada tahun 2024.
"Baik petani pemilik maupun petani penggarap semuanya diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Semua kader PKK se-Kabupaten Bandung juga diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Pak RT, RW, Linmas, Perangkat Desa, BPD, LPMD juga sama diberikan BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Menurutnya, manfaat BPJS ini, bisa digunakan untuk berobat ke rumah sakit gratis. Disaat meninggal dunia, ahli warisnya mendapatkan santunan Rp 42 juta.
"Jika keanggotaan BPJS-nya sudah tiga tahun berturut-turut, apabila meninggal dunia, ahli warisnya mendapatkan santunan Rp 42 juta plus Rp 174 juta untuk biaya anak-anaknya melanjutkan pendidikan atau kuliah," tuturnya.
Lebih lanjut Kang DS mengatakan, selama dirinya menjadi Bupati Bandung, 13 program prioritas akan terus dilanjutkan, bahkan ditingkatkan. Ia pun akan fokus memberikan perhatian terhadap pendidikan dan peningkatan infrastruktur, selain membuka lapangan kerja dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
Disebutkannya, untuk masyarakat yang masih nganggur, pemerintah sudah menyiapkan pelatihan-pelatihan. Mulai dari pelatihan bahasa Jepang, Korea, pelatihan perbengkelan, mortir, las, tata boga, tata rias dan pelatihan lainnya.
"Tinggal warganya ada kemauan," ucapnya.
Ia mengajak para pemuda untuk bergerak. Apalagi saat ini menghadapi Indonesia Emas 2045, ada lima hal yang harus dipersiapkan. Pertama, peningkatan sumber daya manusia yang profesional dan paham digitalisasi. Kedua, big data, ketiga riset and development, keempat institusi yang kuat, dan kelima mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!