1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026

Regulasi Kripto Adaptif dan Dinamis hingga Bitcoin Kembali Bangkit

ED
Kamis, 14 Desember 2023 | 11:35 WIB
Bagikan
Regulasi Kripto Adaptif dan Dinamis hingga Bitcoin Kembali Bangkit

Dalam upaya mencapai target kenaikan harga, Fyqieh menjelaskan bahwa tren harga Bitcoin dalam jangka pendek saat ini menunjukkan sentimen positif. Namun, ada indikasi kejenuhan dalam aksi pembelian yang dapat menghambat lonjakan harga BTC.

"Fungsi pergerakan di atas $44.000 (Rp 681 juta) dapat menarik minat lebih banyak trader untuk membuka posisi long, yang mungkin mengindikasikan akhir dari koreksi dan memicu reli sebelum Natal. Langkah-langkah kunci selama beberapa minggu mendatang, termasuk mencapai level $45.000 (Rp 697 juta), dapat membuka pintu menuju level $48.000 (Rp 743 juta)," ujar Fyqieh.

Selama dua bulan terakhir, Bitcoin telah mengalami beberapa koreksi, yang sebagian besar merupakan tahap pemulihan untuk membangun momentum bullish yang lebih kuat. Fyqieh menekankan pentingnya melihat kesehatan pasar dari segi koreksi, bukan hanya melalui satu tren linear.

"Sementara Bitcoin kemungkinan akan mengalami koreksi dalam bull run saat ini, saya melihat minat yang lebih tinggi terhadap BTC pada tahun 2024, terutama didorong oleh potensi persetujuan ETF, peristiwa halving, dan masuknya pengembang baru," ujarnya.

Apabila ETF disetujui, hal ini dapat dianggap sebagai pemicu awal sebelum reli pra-halving.

Sejarah mencatat bahwa Bitcoin cenderung mengalami reli menjelang acara halving, dan dengan berkurangnya hadiah bagi para penambang setelah halving, pasokan Bitcoin diperkirakan akan berkurang sementara permintaan terus meningkat.

Saat ini, pandangan teknis terhadap Bitcoin cenderung bearish. Diperlukan uji coba ulang yang sukses pada 21-day Exponential Moving Average (EMA) untuk mengonfirmasi sikap bullish dan mengatasi dampak bearish. Sinyal jual dari indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga menimbulkan kekhawatiran terkait struktur teknis Bitcoin.

@mpa

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.