REFLEKSI | Tentang Cinta
Oleh Bambang melga Suprayogi M.Sn.
KEBERADAAN cinta dalam setiap diri manusia itu absurd tidak memiliki bentuk yang normatif, semuanya berdasarkan hal yang mengalir dalam perspektif subjektif yang datang dan membesar dalam hati, pikiran, dan psikologis seseorang, akan rasa suka yang hadir dan mendatangkan benih cinta itu sendiri.
Rasa cinta merupakan hadirnya perasaan tertentu, yang kedatangannya mendatangkan rasa bahagia tak terkira, dengan terpuaskannya bagian hati kita.
Cinta menurut seorang pejuang hati, seperti pernyataan Jalaluddin Rumi, seorang sufi yang mempunyai pandangan rasa cinta yang tak biasa dari manusia-manusia yang ada di bumi, dalam perenungan-perenungan cintanya, ia berpandangan, "Cinta adalah segalanya, alam semesta ini adalah alam cinta, semua yang terjadi dalam proses kehidupan ini muncul dari cinta."
Jadi Cinta merupakan menampakan yang ada dalam kesemestaan kita, mewujud dan selalu muncul dalam setiap denyut kehidupan ini.
Cinta pada kesemestaan merupakan ujung cinta pada illahi yang telah menghidupkan kita.
Sehingga bentuk cinta yang beragam, mesti kita pilah untuk mendapatkan cinta sesungguhnya, diluar cinta yang paling utama, antara kita dengan sang pencipta.
Lalu cinta yang bagai mana ini ?
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!