REFLEKSI | Tak Sekedar Bekerja
Oleh Idat Mustari
SEMUA orang memiliki pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mulai dari pekerjaan ringan, sampai pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik dan pikiran yang banyak. Pekerjaan adalah aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan imbalan pembayaran. Di dunia ini ada banyak sekali jenis pekerjaan. Mulai dari pekerjaan lepas, pekerjaan tetap dan pekerjaan kontrak. Ada yang bekerja di kantoran, perusahaan swasta atau negeri.
Terkadang seseorang mengerjakan pekerjaan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Namun, banyak juga orang yang telah memilih pekerjaan sesuai minat mereka. Meski tidak menyukai dan merasa terpaksa dalam mengerjakan pekerjaan, mereka tetap mengerjakannya karena tuntutan dari keadaan.
Frans Magnis-Suseno menegaskan, bahwa ada tiga fungsi kerja yakni fungsi reproduksi material, integrasi sosial dan pengembangan diri. Fungsi kerja pertama dengan bekerja, manusia bisa memenuhi kebutuhannya. Fungsi kerja kedua, dengan bekerja manusia mendapatkan status di masyarakat. Ia akan dipandang sebagai manusia yang bermanfaat. Sementara fungsi kerja ketiga, dengan bekerja, manusia mampu secara kreatif menciptakan dan mengembangkan dirinya.
Di dalam ajaran Agama manapun pasti melarang pengikutnya malas bekerja. Ajaran Islam melarang pemeluknya menganggur tanpa bekerja. Coba kita telaah dan resapi Firman Allah Swt., “Dialah zat yang menjadikan bumi ini mudah untuk kamu. Oleh karena itu, berjalanlah dipermukaannya dan makanlah dari rezekinya”. (QS. Al-Mulk : 15).
Ayat ini menjadi prinsip bagi seorang muslim untuk dijadikan dasar atau motivasi seseorang bahwa hidup harus diisi dengan bekerja. Setiap muslim haram hukumnya bermalas-malasan, beraktivitas tanpa bekerja dengan dalih ingin lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah kepada Tuhan.
Dia (Tuhan) tidak akan menghilangkan haus seseorang dengan cara berdoa tanpa berusaha mencari air untuk diminum. Dia juga tidak pernah menjatuhkan lembaran uang setelah kita berdoa. Berdosa bagi kita yang enggan bekerja kemudian menelantarkan diri sendiri dengan kemalasan, terlebih-lebih bagi kita yang telah memiliki tanggungan keluarga.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!