REFLEKSI | 'Shiratal Mustaqim'
Maka janganlah kita memiliki penyesalan perbuatan, amalan semasa hidup, yang dirasa tak mencukupi sebagai bekal kita, setelah kematian kita terjadi.
Hidup telah kita lewati, pesona dunia, baik tahta, harta dan wanita, telah menyilaukan sebagian kita, hingga lupa saat berjaya untuk menginggat kematian, melakukan amal saleh, dan banyak berbuat kebajikan, dan bahkan banyaknya lupa pada hal tersebut, yang ada ia semakin gila dunia, gila harta, bahkan gila wanita.
Maka penyesalanlah yang akan terjadi ! Hidupnya sesaat ketika di dunia, bagai tak menyisakan harta berharga untuk ia bawa sebagai bekalnya di akhirat. Maka orang seperti inilah yang telah digelincirkan oleh jembatan Shiratal Mustaqim saat ia di dunia...bukan di akhirat kelak.
Ciri orang lupa pada kehidupan di akhirat pada saat di dunia bisa terlihat dari keadaannya yang suka menipu dirinya, berkedok kepalsuan, sok suci, dan jauh dari kata hatinya, penampilannya tak sama dengan perbuatannya. Dan orang yang lupa ini, ia sibuk urusan duniawinya, bangga dengan status sosialnya, dan terkalahkan akhiratnya bahkan, oleh urusan gila hormat, dan pangkat, bahkan gila jabatan... Masyaallah.
Lalu apakah kita mampu meniti Shiratal Mustaqim dunia ini ? Insyaallah mampu, asal pegang ucapan dan harapannya nabi kita Muhammad SAW, bahwa manusia yang paling baik itu, adalah manusia yang dapat memberi kebermanfaatan dirinya untuk banyak orang.
Alhamdulillah, semoga bermanfaat.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!