REFLEKSI | 'Shiratal Mustaqim'
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
SELESAI hingar bingar perhelatan pergantian tahun. Kegembiraan semuanya usai, dan kita kembali pada keadaan normal.
Apa yang menjadi langkah selanjutnya ? Apa persiapan kita menghadapi hidup yang dipaksakan oleh waktu menginjak awal tahun yang baru ?
Hidup kita semua ada dalam hentakan paksaan waktu, paksaan takdir, dalam bayangan menuju akhir waktu kita sendiri, yang kian semakin dekat kita datangi, dan tak kita sadari, waktu kita berjalan ke arah sana.
Dengan pergantian waktu ini, kita sedang meniti akhir hidup kita, kita sedang meniti jembatan panjang Shiratal Mustaqim kita di dunia, untuk mengetahui kepantasan kita, kepatutan kita.
Yaa, apakah kita ini bakal pantas, menjadi calon penghuni surga, atau calon penghuni neraka.
Karena dua pilihan itu, sebetulnya tengah kita buat sendiri di sini, di alam dunia, saat kesempatan hidup kita ada.
Dan kita pun tahu, sadar diri, tempat kita nanti di alam "kelanggengan" alam yang panjang dalam menunggu masa hisab, untuk mendapatkan haknya, apakah masuk surga atau nerakanya, sebetulnya telah kita tentukan, pada saat kita hidup di dunia ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!