REFLEKSI | 'Shiratal Mustaqim'
Beberapa ahli tasawuf yang memiliki kepekaan batin, mereka yang hidup di alam dunia, sebenarnya tengah meniti takdirnya untuk kehidupan di alam lain, alam setelah kehidupan, yakni alam barzah, di alam akhiratnya.
Surga, dan neraka, ternyata saat di dunia itu kita yang tentukan. Jangan dulu berpikir mudah, bahwa akan ada kasih sayang Allah, atau karunia Allah yang akan membantu kita...
Jika kita berpikir seperti ini, kita layaknya anak kecil, yang ketika salah, maka orang tuanya otomatis membela...hingga si anak terus saja melakukan kesalahan-kesalahannya, tanpa ia mengerti, bahwa perbuatan-perbuatannya telah menyakitkan banyak manusia lainnya, dan telah merusak tatanan kehidupan.
Maka di alam dunia inilah sebenarnya kita tengah meniti jembatan yang di sebut Shiratal Mustaqim itu.
Sebuah jembatan dari titian rambut dibelah tujuh, yang tajamnya bisa menyayat kaki, dan hanya orang yang beriman yang dapat secepat kilat melampaui itu, karena ia tahu, saat di dunia ia telah benar-benar menjaga dirinya, menjaga amal ibadahnya, memberi kebermanfaatan hidupnya, dan beramal saleh sebanyaknya, sebagai bekal yang ia tahu, harus ia kumpulkan, dan bekal itu ia kerjakan selama ia hidup di dunia... Subhanallah!
Maka pantas banyak orang mati, ia ingin kembali mendapatkan kesempatan hidup walau sebentar, hanya untuk mengerjakan kebaikan-kebaikan yang tidak ia lakukan saat masih hidupnya.
Umar bin Abdul Aziz berkata, "Orang-orang yang sudah mati terkurung dalam kuburnya menyesali apa yang telah mereka perbuat secara berlebihan. Sedangkan orang-orang yang masih hidup saling bertarung memperebutkan apa yang disesali oleh penghuni kubur. Sungguh mereka (orang yang sudah mati) tidak akan kembali mengulang (seperti) mereka (orang yang masih hidup). Dan (sayangnya) mereka (orang yang masih hidup) tidak mengambil pelajaran dari mereka (orang yang sudah mati).”
“Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzah sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al Mukminun: 99-100).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!