REFLEKSI | Setan itu Profesional

ED
Jumat, 18 Februari 2022 | 08:05 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Setan itu Profesional

Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.

MENYAKITI orang lain bagi mereka yang sudah biasa berbuat dosa, bukanlah perkara beban bagi dirinya. Rem ketidakadaan empatinya, dan ketidakpedulian pada apa yang dilakukannya akan jadi masalah dibelakang hari. Pada yang ia zalimi, tak menjadi resiko yang ia pikirkan.

Hal semacam ini bagi sebuah tatanan, akan sangat menganggu kosmosnya.

Bintang akan beradu, bisa jadi kiamat bagi semuanya, pun bagi dirinya, ia tak merasa tengah mengali kuburnya sendiri.

Dalam pikirannya, komitmen adalah sesuatu yang bisa ia rubah kapanpun ia suka. Tak masalah mempertaruhkan kredibilitas dan harga dirinya.

Itu terjadi, karena adanya ego yang mengkompori, dan menutup pikiran jernihnya, sehingga sesaat saja kita lengah, setan, telah bisa menghembuskan inspirasi jahatnya, dibisikilah kita inspirasi keuntungan, inspirasi kemenangan, keunggulan, bahwa kita bisa, bahwa kita hebat.

Dari situ mulailah kesesatan pikirannya muncul, dan akhirnya kesesatan itu ia jalani, tanpa diberpikir panjang lagi....! Maka jadi pemenanglah si setan itu, ia telah memenangkan peperangannya, dan kita akhirnya menjadi taklukannya.

Yang kalah adalah diri kita, hingga mau, dan telah menyediakan diri, siap kita mengikuti bisikan setan...

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.