REFLEKSI | Pelintir Informasi
Lalu bagaimana negeri dongeng itu bersikap ? Rakyat negerinya telah kalap, pikiran jernih telah tertutupi kabut pekat yang mengaburkan arah pijakan.
Balik lagi ke fungsi toa yang di jimatkan ! Penguasa negeri dongeng itu seakan masuk dalam perangkap skak ster dalam permainan bidak catur, yang memojokan.
Anak buahnya diharap jangan lari kesana kemari mencari selamat. Hadapi saja dengan kewarasan dan kepintaran ala pemain catur profesional, Gerry Kasparov, Grandmaster catur yang memiliki ELO rating tertinggi 2851.
Masa Grandmaster, kalah sama bohir dan cukong, yang hanya bisa memainkan boneka caturnya di balik layar, hehehe.
Satu kesempatan aparat untuk membekuk si pembuat onar, tutup permainan caturnya ! jangan terpancing oleh zigzagnya pion kuda, yang selalu loncat kesana kemari mencari korban.
Aturan toa nyatanya cukup ampuh memberi jalan, semakin terlihat jelas siapa pemain antagonis, yang bermain peran !
Ketika panggung sudah dihamparkan, tak terasa mereka bermain dengan pendalaman lakon yang aktraktif, cerita yang mereka bawakan adalah lakon, "Pemelintiran Informasi," sehingga semakin memberi terang, ada sosok-sosok di negeri dongeng tersebut, yang kerap kali menjadi,"trouble maker," di negeri dongeng itu. Apakah mereka telah menjelma sebagai resi ? Tokoh berpengaruh yang dihormati didunia pewayangan !
Atau mungkin mereka itu, "Dorna," sebenarnya di zaman ini !
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!