REFLEKSI | Pejalan-pejalan Ruhani
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
MEREKA para pencari Tuhan, seperti halnya para aulia, Wali -wali Allah, merupakan manusia-manusia tangguh, yang mendidik jiwa mereka dengan disiplin ketat, di atas kebiasaan manusia rata-rata.
Tak ada yang seketat pendisiplinan dalam menundukan jiwa, nafsu, dan karakter buruk sifat hewani yang ada dalam dirinya, sekeras para Auliya Allah ini.
Dalam buku kisah para wali, yang pernah penulis baca puluhan tahun silam sejak jaman SMA, di ceritakan ada seorang wali yang 30 tahun, ia tidak pernah menatap langit, karena saking takutnya ia pada Allah.
Dilain kisah, pada cerita Sunan Kalijaga, ia bertapa tahunan di pinggir kali, sehingga masyarakat yang melihatnya, menyebut ia sebagai Kalijaga, seorang penjaga kali.
Kisah-kisah pendisiplinan jiwa ini terus dilakukan, pun sampai pada masa modern ini, itu masih terus ada.
Sehingga wajar wali itu selalu ada, ia tampil sebagai pengingat umat pada ajaran akhlak Sang Nabi, karena ia dakwah dengan mengedepankan akhlak, lewat sosok kualitas kepribadiannya yang mulia, subhanallah.
Mereka para penakluk jiwa, ia bagai oase di padang gersang, sebab banyak khalifah, manusia-manusia, yang perlu akan tegukan air untuk pelepas dahaganya, yang mampu memberi mereka semangat untuk hidup tentunya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!