REFLEKSI | Pejalan-pejalan Ruhani
Dan manusia yang mendatangi para Aulia Allah ini, merupakan manusia beruntung, sebab mereka bisa mendapatkan bekal, kompas arah yang jelas, dari arahan para Aulia Allah ini, manusia yang mendatanginya akan jadi manusia yang terselamatkan, sehingga manusia ini pun ikut tercerahkan, terselamatkan kehidupan dunia dan akhiratnya, Alhamdulillah.
Para pejalan ruhani, merupakan mereka yang terus digodog oleh didikan Allah yang luar biasa, dalam tempaan-tempaan untuk mendidik diri mereka, di cuci batin, hati, dan karakternya, hingga bersih hatinya tak ada syirik, dan menyekutukan Allah.
Sampai pada titik...di mana, Allah menunjukkan jalan kegaiban padanya, dengan memberi pencerahan, dan terbukanya pintu hijab diri, hingga ia dituntun oleh hatinya, dan hatinya menjadi penasehat bagi dirinya.
Maka tak aneh bagi penulis dalam melihat sikap para aulia, atau manusia suci ini, mereka akan berkata sesuai kata hatinya.
Dan kita harus tahu juga, tetap kita jangan lemah hati. Jangan marah, jangan mendendam...
Lapangan hati kita untuk menerima apa yang ia katakan.
Tapi, tetap kita harus berpikir kritis, apakah bicara wali ini benar, atau bicaranya ngelantur...
Sebab jika kita bertemu dengan wali setan, tentunya ia akan bicara ngelantur, itu di tandai, ia merasa lebih hebat dari nabi kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!