REFLEKSI | Pejalan-pejalan Ruhani
Namun jika ia waliyullah, para walinya Allah, ia akan bicara menguatkan nilai akidah, menunjukan kecintaannya pada Nabi SAW, menganjurkan memperbanyak salawat padanya, serta menjaga silaturahmi dengan para karuhun kita, yang telah tiada, dengan anjuran ziarah kubur yang mesti kita jaga.
Yaa para Aulia Allah itu.. Ketika ia mendakwahi kita secara individu, bila pun ia marah dalam bicara, kemarahannya itu sebagai bentuk kasih sayang mengingatkan manusia yang ia hadapi...mengapa ?
Mungkin kita perlu di cambuk dengan kata-katanya. Bisa jadi itu karena sebab, bebalnya diri kita, dan kerasnya hati kita. Sehingga dengan cara seperti itu, bisa jadi Allah menggedor hati kita lewat bicaranya sang wali ini pada kita, subhanallah.
Dan jika ia berkata lemah lembut, di sanalah mutiara hidup ia tebar, kita sebagai pendengar harus awas, kita harus tahu, catat apa yang ia katakan, karena kita bisa mengambil hikmah dari kata-katanya yang di pandu oleh Allah itu.
Mereka para Aulia Allah adalah para pejalan-pejalan ruhani yang terus mencari Allah, dan manusia seperti ini, adalah manusia yang selalu istiqomah dan ikhlas dalam ketaatan serta setia mengikuti tuntunan Nabi SAW.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushshilat : 30)
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!