REFLEKSI | Minyak Goreng, Tempe dan NKRI
KITA anak bangsa ini harus pandai bersyukur. Alhamdulillah masih punya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Perkara minyak goreng, dan ketiadaan tempe, bukan membuat kita harus marah ! Masa baru di uji seperti itu, bangsa kita mendadak lupa bersyukur!
Jadi marah-marah, emosional, dan membanjiri media sosial dengan menyalahkan negara, menyalahkan pemimpin, menyalahkan aparat...semua dikritisi, "Lahan dijadikan kebun sawit, perkara minyak goreng, ko malah susah dan hilang dari pasaran !"
Semua dikait-kaitakan, ada yang bilang waktu jaman Corona jilid pertama, "Yang susah itu hand sanitizer, dan masker..." Sampai pada periode Corona sekarang, eh yang sulit malah minyak goreng, kedelai mahal, dan berimbas pada tempe hilang dari peredaran.
Waduh, semua serba pandai berburuk sangka. Termasuk kalangan cendikiawan nya juga malah ikut terbawa-bawa awam, bukannya meredam, malah buat pernyataan yang menyulut api dalam sekam.
Bu ne, kita harusnya bisa melihat negara lain, ada yang lebih parah dari kita...mengapa kita lupa menengok kebawah? Yang ada malah kesempatan buat menjatuhkan Marwah pemerintah!
Negara salah apa ?
Di kita jujur banyak mafia! Dan orang-orang yang memanfaatkan situasi untuk cari nama, dan buat kisruh sosial.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!