REFLEKSI | Minyak Goreng, Tempe dan NKRI
Hanya gara-gara ada kesempatan untuk mengkritik pemerintah, eh, si kang mas ini, sok jadi pembela tempe, berikut jadi pejuang ketiadaan minyak goreng... Alah gayamu kang mas, kebablasan, Sok pahlawan kesiangan.
Kita sekali lagi, masih harus banyak bersyukur! Persoalan kelangkaan minyak goreng, tempe, apapun itu, tak harus menjadikan kita ikut-ikutan sentimen dan berburuk sangka.
Kita ini bangsa kuat. Kita ini masyarakat bermartabat. Selalu ada jalan keluar untuk persoalan yang memang diciptakan oleh mereka yang bermaksud membuat chaos!
Bersabarlah sebentar, wahai warga masyarakat NKRI ! Bersabarnya kita, tak seperti bersabarnya rakyat Negeri Yaman, Libia, Afghanistan yang sudah kehilangan harapan masa depan....dan sedang memulainya lagi dari awal perjalanan bangsanya.
Kita jangan kalah oleh tempe, oleh kedelai, oleh tahu, dan minyak goreng. Jangan banyak berkeluh dengan keadaan yang sebetulnya kita masih mampu membeli minyak goreng itu sendiri. Sedikit mahal, beli saja dulu, toh pemerintah pun tak tinggal diam, dan sedang mencari si biang onarnya.
Terus berprasangka baiklah. Banyak bersyukurlah. Kita tak harus mudah di adu domba.
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh...!
Akhirnya, kata-kata mutiara yang sudah jarang di dengar ini, harus jadi kata pamungkas penulis menutup narasi minyak goreng, tempe, dan NKRI.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!