REFLEKSI | Menjemput Rupiah di Balik Gerimis
Kita maunya langsung badai. Langsung kaya. Langsung pintar. Padahal, yang menghidupkan nasib kita itu adalah kebiasaan-kebiasaan kecil yang rintik tapi konsisten.
Pagi ini, jangan jadi Mental Kerupuk. Kerupuk kalau kena air dikit langsung melempem, lembek, nggak ada harganya. Jadilah seperti Tanah Cimenyan Kena air hujan, dia makin subur, makin kuat menumbuhkan kehidupan.
Hujan rintik bukan kode untuk menarik selimut. Itu kode Tuhan bahwa rahmat sedang turun dan harus dijemput.
Saya mengangkat cangkir perlahan, membiarkan uap hangatnya menyentuh pipi yang dingin.
Sambil menyeruput sisa kopi yang mulai pekat, saya telan pahitnya kebenaran ini bersama ampasnya: Bahwa rezeki tak akan datang pada mereka yang takut basah, dan nikmatnya kopi pagi ini terasa jauh lebih syahdu justru karena di luar sana hujan sedang bekerja membasahi bumi.***
Renungan di Citapen Cimenyan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!