REFLEKSI | Mencari Sahabat Akhirat
Kecenderungan kebaikan itu bagaikan magnet, ia hanya bisa kuat menarik medan magnet lainnya yang memiliki kecenderungan kesamaan kutub, dan untuk yang tidak sepaham, ia tentunya akan menjauh dengan sendirinya.
Dalam membangun persahabatan, kitapun telah mendapatkan contoh teladan dari Nabi kita Muhammad SAW, bagaimana ia bisa membangun setiap karakter sahabatnya yang lain sehingga memiliki keutamaan, keunggulan, dan mereka ketika bersahabat dengan Nabi, para sahabat ini bisa menemukan kwalitas kepribadiannya, keutamaan keimanannya, dan semakin bertambah rasa taqwanya.
Untuk kita yang menjadi sahabat mereka, yang dekat dengan kita. Jadikanlah diri kita ini, seorang yang bisa dipercayai para sahabatnya. Jadikanlah diri kita ini sahabat yang bisa saling nasehat menasehati. Utamakan memperlihatkan kebaikan, dan jauhi prasangka buruk.
Bersahabatlah karena saling mencintai, disebabkan satu tujuan yang sama, karena Allah, untuk Allah, dan kembali ke pada Allah. Jadilah sahabat suci, sahabat ikhlas, sahabat yang tidak memanfaatkan persahabatan yang telah terbangun baik itu. Jadilah sahabat akhirat, yang tidak hanya berteman saat di dunia, namun menjadi sahabat yang juga berteman saat di akhiratnya.
Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu pernah berkata: "Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (muslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah erat-erat".
Rasulullah SAW bersabda:
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
"Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai." (HR. Al-Bukhari)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!