REFLEKSI | Mencari Sahabat Akhirat
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
TEMAN baik, tentunya akan memberi kebaikan pada kita ketika kita berteman dengannya. Teman buruk pun, akan memberikan keburukan pada kita, yang akan memberi pengaruh negatif dimana pada akhirnya, kita bisa dijerumuskan olehnya, tampa kita sadari, disebabkan terlalu percayanya kita pada sosok teman, yang dianggap oleh kita, ia tak membawa masalah, yang akan membuat kita rugi, baik dikehidupan dunia maupun akhiratnya.
Manusia sebagai mahluk sosial, sudah sangat lumrah memiliki teman atau sahabat baik, sahabat sendiri itu biasanya, bisa jauh kedekatannya dibanding saudara, dimana ia lebih memahami karakter temannya, di banding saudara kandung, atau saudara yang lainnya, sehingga ada ungkapan, " seorang teman menyimpan rahasia temannya, dan barang siapa yang ingin mengetahui bagaimana rahasia seseorang, tanyakanlah pada sahabat dekatnya."
Jika kita melihat para pemuda yang Soleh, yang di catatkan namanya dalam Al Qur'an, kita akan menemukan pemuda Ashabul Kahfi, 7 orang pemuda yang satu dengan lainnya memiliki kecenderungan sama dalam menjaga keimanannya, kuat prinsipnya, berjuang untuk selalu menjaga hatinya, sehingga memiliki ketertarikan, dan ikatan yang kuat pada Allah, sang maha pencipta.
Dan dengan mereka saling menguatkan satu dengan yang lainnya, dalam hal menjaga keimanannya yang kuat, maka akhirnya, mereka bisa membuktikan, kuatnya keimanan mereka yang tidak bisa tergoyahkan, oleh iming-iming harta dunia apapun, sehingga Allah memberikan penjagaanNya, sekaligus mengabadikan nama mereka sebagai pemuda yang teguh dalam keimanannya.
Dalam hal keyakinan, mereka tetap teguh pada pendiriannya, dan menolak semua tawaran menggiurkan dari Raja Daqyanus yang banyak memberikan keistimewaan jika mereka mau menyembah berhala seperti kebanyakan masyarakatnya pada saat itu.
Keteguhan para pemuda tersebut diceritakan dalam surah Al Kahfi ayat 13-14,
(13) نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَٰهًا ۖ لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا (14)
Artinya: Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.
Dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri lalu mereka berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami tidak menyeru tuhan selain Dia. Sungguh, kalau kami berbuat demikian, tentu kami telah mengucapkan perkataan yang sangat jauh dari kebenaran."
Persahabatan dalam membangun keyakinan yang kuat, merupakan jalan keselamatan kehidupan bagi kita, baik di dunia, maupun akhiratnya.
Persahabatan yang baik, merupakan anugrah yang Allah berikan kepada kita, untuk satu dengan yang lainnya agar bisa saling mengingatkan, saling menguatkan, dan untuk bisa saling mengkatrol satu dengan yang lainnya, sehingga, semua bisa saling menambah amunisi pemahaman, pengetahuan soal keimanannya.
Sahabat yang baik adalah mutiara yang berharga. Dan untuk menemukan mutiara itu, bagi kita yang sangat paham akan masa lalu yang pernah bersinggungan dengan siapapun yang pernah menjadi sahabat di masa lalu, kita akan bisa melihat, mana diantaranya yang memiliki keserupaan minat, keserupaan orentasi keberagamaan, dan kecenderungan karakter yang semakin baik diantaranya, sehingga untuk menjaga kwalitas keimanan, ketaqwaan kita, untuk yang belum kuat karakternya, prinsip, sikapnya, sebaiknya kita membatasi dulu pergaulan dalam persahabatan kita itu, hanya dengan mereka yang berkarakter baik, yang sama kwalitasnya dengan kita, yang menjadi sahabat pilihan kita, syukur-syukur kita pun bisa menemukan yang lebih. Ini di maksudkan agar kita ada dalam posisi aman dalam menjaga keimanan ini.
Dan khusus bagi yang kuat karakternya, keimanannya, prinsipnya, berteman dengan siapapun, untuk yang sudah memiliki karakter yang kuat seperti ini, berteman dengan siapapun itu tak ada pengaruhnya, bahkan bisa jadi, kitalah yang bisa mewarnai persahabatan itu dengan kebaikan yang bisa kita inspirasikan dalam pergaulan, dengan demikian, telah kita laksanakan syiar Keimanan kita dengan perbuatan baik yang bisa di contoh.
Kecenderungan kebaikan itu bagaikan magnet, ia hanya bisa kuat menarik medan magnet lainnya yang memiliki kecenderungan kesamaan kutub, dan untuk yang tidak sepaham, ia tentunya akan menjauh dengan sendirinya.
Dalam membangun persahabatan, kitapun telah mendapatkan contoh teladan dari Nabi kita Muhammad SAW, bagaimana ia bisa membangun setiap karakter sahabatnya yang lain sehingga memiliki keutamaan, keunggulan, dan mereka ketika bersahabat dengan Nabi, para sahabat ini bisa menemukan kwalitas kepribadiannya, keutamaan keimanannya, dan semakin bertambah rasa taqwanya.
Untuk kita yang menjadi sahabat mereka, yang dekat dengan kita. Jadikanlah diri kita ini, seorang yang bisa dipercayai para sahabatnya. Jadikanlah diri kita ini sahabat yang bisa saling nasehat menasehati. Utamakan memperlihatkan kebaikan, dan jauhi prasangka buruk.
Bersahabatlah karena saling mencintai, disebabkan satu tujuan yang sama, karena Allah, untuk Allah, dan kembali ke pada Allah. Jadilah sahabat suci, sahabat ikhlas, sahabat yang tidak memanfaatkan persahabatan yang telah terbangun baik itu. Jadilah sahabat akhirat, yang tidak hanya berteman saat di dunia, namun menjadi sahabat yang juga berteman saat di akhiratnya.
Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu pernah berkata: "Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (muslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah erat-erat".
Rasulullah SAW bersabda:
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
"Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai." (HR. Al-Bukhari)
Ulama Tabi'in Imam Hasan Al-Bashri (642-728) juga berkata: "Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari Kiamat ".***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!