REFLEKSI | Malaikat Penolong
ED
Editor
M Purnama Alam
Senin, 21 Februari 2022 | 07:27 WIB
Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.
Pernahkan kita hidup dalam keperihan ?
Disaat kehidupan sangat membelit kita dalam keprihatinan, secercah cahaya dari manusia berhati malaikat menghampiri kita.
Mengulurkan tangannya, mau membantu kesulitan kita.
Yaa...
Seribu satu manusia seperti ini, sangat langka dalam kehidupan zaman modern yang sudah sangat individualis seperti saat ini... !
Dan ternyata, manusia berhati malaikat itu masih ada !
Alhamdulillah...!
Kita sangat bersyukur, patut berterima kasih pada Tuhan.
Ada manusia yang ternyata masih mau membantu, menolong sesama, masih mau mengulurkan tangannya, menolong kita!
Sungguh ini tak dapat dipercaya!
Dan yakinlah, Allah menghadirkan ia, sebagai perantara, memang untuk membatu kita keluar dari kesulitan yang hari itu kita rasakan.... Subhanallah.
Apa yang kita rasa saat kita dibantu itu..?
Dunia seakan merangkul kita, seisi alam ini seakan ikut hadir menyaksikan kebahagian kita...semua ceria, semua bahagia...!!
Baik yang di tolong dan yang menolong, semua terrahmati keberkahan.
Bagi yang menolong hatinya, bahagia sekali, sebuah kebahagian yang tak pernah ia dapati sebelumnya, dan kebahagiaan itu, ia dapat dari keasikannya mau membantu sesamanya.....
Dan itulah kebagian hati, suatu bentuk kebahagiaan yang memancar keluar, sehingga raga,dan rasa kita, mampu tergetarkan oleh sebuah kebaikan yang kita lakukan sendiri... Subhanallah.
Ketika kita lakukan suatu kebaikan, maka
Hati kita serasa berbunga.
Baginya, atau bagi kita yang melakukan kebaikan saat itu, kita seperti ada pada suatu hari yang aneh, kita mendapati hati kita bisa luas seperti luasnya samudra....
Bisa bening, seperti beningnya embun pagi hari, bisa jernih seperti jernihnya kaca, dan bisa terasa ringan, seperti ringannya sang kapas... Subhanallah!
Itulah perasaan-perasaan yang kita dapat takala mampu menolong sesama, benar kata sang Guru Bangsa kita, Abdurrahman Wahid, “Tidak penting apa pun Agama atau Sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik buat semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”.
Ya itu tak penting ditanyakan, kebaikan itu tak mengenal agama, kebaikan itu tak mengenal makhluk yang mau di tolong itu apa!
Mau hewan, mau manusia, mau tumbuhan, dan lain sebagainya...jika kita rasa ia perlu uluran tangan kita, sesungguhnya Allah sendiri yang langsung yang mengerakkan nurani kita untuk menolongnya.
Subhanallah!!
Kebaikan itu pusakanya malaikat.
Kebaikan itu zimatnya para muqorrobin, malaikat penyanga arsy nya Allah.
Maka tak heran jika ada istilah, "manusia itu seperti malaikat penolong !"
Atau, " sungguh mulia hatinya seperti malaikat !"
Adanya ungkapan itu, mengisyaratkan...Maqom kebaikan kita sesungguhnya mampu mengejar kebaikannya para malaikat... Subhanallah.
Coba telaah lagi kisah hidup Uwais al-Qarni, karena saking hatinya condong berhidmat pada ibundanya yang telah renta, ia menjadikan dirinya sebagai penolong untuk ibundanya... Subhanallah.
Sehingga akhirnya...
Namanya harum, Uwais dikenali penduduk langit.
Bahkan sampai nabi dan para sahabat, mengetahui posisi kedudukan Maqom kemuliannya, sampai-sampai nabi berpesan pada para sahabat, jika bertemu Uwais, suatu saat kelak, mintakan lah doa nya untuk kalian.
Subhanallah.
Itulah kemulyaan dari kita, yang mau membantu dan mau menolong sesama.
Ada derajat yang dilebihkan untuk kita.
Ada keutamaan yang akhirnya bisa dikenali banyak mahluk.
Keharuman nama kita, tak saja jadi perbincangan manusia di alam dunia, tapi para malaikat penduduk langit pun, mengenali kita sebagai hambaNya yang utama... Subhanallah!
Semoga kita dirahmati Allah kebaikan.
Dan dijauhkan dari sikap sombong, dan ketaqaburan kita merasa hebat sudah banyak menolong.
Biarlah Allah dan Malaikat yang tahu.
Dan sebagai catatan, ikhlas dalam menolong itu adalah cahayaNya...
Cahaya yang akan membuat hati kita semakin terang benderang.
Maha suci Allah dengan semua kesempurnaan Nya.
Alhamdulillah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!