REFLEKSI | Kesadaran Bernafas
Oleh Bambang Melga Suprayogi
TIAP hari kita bernafas.
Selama itu pula kita tak menyadari betapa indahnya Tuhan menganugerahkan udara, oksigen, agar bisa kita menghirupnya, dan membuat kita bisa hidup selama ini.
Ya, alam sudah mencukupkan kita dengan apa yang kita butuhkan untuk bisa hidup.
Yakni adanya udara, terpenuhinya oksigen yang bersih, sehingga kita bisa bernafas dengan baik dan leluasa...!
Adakalanya hal ini saja tidak kita sadari...
Alam harus menjaga dirinya sendiri.
Padahal Andil manusia, dalam menjaga alam, itu sangat penting !
Menjaga alam...
Berarti juga, menjaga keberlangsungan hidup manusianya itu sendiri.
Saking sudah terbiasanya kita memperoleh manfaat dari oksigen, dan mudahnya kita bisa menghirup itu, kita lupa pada rasa menyukuri nikmat bernafas yang selama ini sering kita lakukan.
Kita baru tersadar ketika kita sudah sakit, sehingga buat bernafas pun kita perlu bantuan tabung oksigen.
Kita baru tersadar ketika lingkungan sudah tercemari polusi polutan yang berlebihan, nafas kita terganggu, baru "ngeeh," tersadar kita bahwa hidup kita terancam oleh polusi tersebut, dan ketidak nyamanan hidup kita, diambang ke kritisan, ada di ujung tanduk.
Yang lebih mirisnya...
kita sebagai individunya sendiri tak mau bergerak!
Bicara menyuarakan ia ada !
Tapi action untuk mengajak, membangun kesadaran bersama, dan begerak serempak tidak dilakukan.
Padahal dengan kesadaran kolektif yang bisa dibangun secara serempak, bersama -sama, kita bisa otomatis dengan sendirinya, akan mampu mendobrak kejahatan polusi yang dibuat segelintir manusia tak bertanggung jawab, atau perusahaan yang memang mencari untung dengan membuat polusi, tampa memikirkan akibat dan dampaknya buat lingkungan, di mana masyarakat banyak itu tinggal disana.
Kesadaran bisa bernafas dengan baik itu harus kita jaga.
Kesadaran menjaga lingkungan dan alam, agar alam menyediakan cukup oksigen yang berkualitas, itu juga mesti kita lakukan !
Yaitu, dengan action kita mau menanam pohon sebagai sumber penghasil oksigen 02, dan mengurangi karbondioksida.
Mari kita bantu menjaga alam.
Bantu menjaga bumi.
Jauhi merusak alamnya.
Jauhi berbuat kerusakan yang pada akhirnya kitapun akan terkena imbasnya.
Syukuri terus udara kita yang bersih.
Perhatikan jangan sampai udara kita tercemari.
Bila ada hal yang menganggu stabilitas alam kita, lingkungan akan dirusak, radar dan jiwa intelejen kita sudah seharusnya, bisa memprediksi kerusakan apa yang nanti bakal terjadi.
Rasa syukur kita pada kesadaran Bernafas, adalah dengan dibuktikan dari maunya kita menjaga lingkungan terdekat kita dahulu.
Kesadaran yang lebih tinggi lainnya, adalah memberi edukasi pada masyarakat luas, dari apa yang bisa kita bangun kesadarannya, lewat kemampuan yang bisa kita terapkan.
Menanamlah
Bercocok tanamlah.
Tumbuhkan tunas menjadi pohon yang rindang.
Ketika daun-daun hijau tumbuh dan menjadi peneduh, ada cinta, dari Nya, sebuah pesan rahasia, yang bisa kita rasakan...!
Oleh pohon yang kita tanam,
Tunas-tunas yang kita kembangkan, rasa syukur kita pada Tuhan, akan pohon sampaikan.
Nikmat apa lagi yang tak kita syukuri...!
Ketika nikmat bernafas pun telah membuat kita sadar, ada cinta Tuhan yang harus kita jaga !
Lewat pohon.
Lewat lingkungan.
Lewat semua yang harus kita pelihara.
Dan akhirnya...
Selamat bernafas dengan bahagia.
Alhamdulillah. ***
(Penulis, Bambang Melga Suprayogi, S.Sn., M.Sn., adalah dosen di Telkom University (2012 – Sekarang), Ketua Bidang Dewan Kemamuran Masjid DMI Kab. Bandung (2021-2026), Pengurus Lakpesdam NU Kab. Bandung (2017-2021), Pembina UKM Comik Balon Kata (2012 – Sekarang), Ketua RW 17 Kelurahan Manggahang Kec. Baleendah (2012) dan Ketua Paguyuban Masyarakat BSI 2008. Juga pernah juara I Ilustrasi cover buku IKAPI DKI Jakarta (2006) dan juara 2 Lomba penulisan buku bacaan anak TK/SD tingkat Nasional PUSBUK (2008)).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!