REFLEKSI | Kemuliaan

ED
Selasa, 15 Februari 2022 | 07:52 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Kemuliaan

Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.

KEMULIAAN merupakan nilai derajat kebaikan yang kita miliki, dan para malaikat mengenali itu pada diri kita, sehingga adanya kemulyaan itu membuat Allah memberkahi kita dengan ridho dan pertolongNya.

Nilai kemuliaan hadir karena kita mampu menerima takdir Allah. Bersabar atasnya, dan ikhlas karena paham - Allah menuntut bukti atas keimanan dan ketaqwaan kita.

Bukti keimanan dan ketaqwaan itu tidak seperti kita memperlihatkan secara fisik tampilan lahiriah kita. Untuk bisa tampil dikenali orang seperti layaknya orang suci, dengan memakai surban, berpeci, berpakaian koko, sarungan, dan bergamis...

Bukan seperti itu ! Bukan seperti itu sayang !

Atau untuk wanitanya, sampai membungkus dirinya dengan hijab yang hanya terlihat dua matanya saja yang terlihat kelap kelip. Seperti bintang. Sudah seperti itu, eh masih genit pula ia kelayaban, pergi ke sana kemari tidak bisa tinggal diam di rumah!

Yaa jika mau sekalian jadi wanita solehah.

Para wanita kita jangan tanggung tanggung suruh berdiam di rumah saja sepanjang waktu. Dilarang kelayaban, ke pasar, ke sekolah, antar ini dan antar itu, seperti para wanita di Arab sana.

Terlarang bepergian, bilapun keluar, ia harus dengan muhrimnya, wajib didampingi !

Susah sepertinya jika itu diterapkan di kita, di Indonesia !

Perbedaan budaya, dan beda kepercayaan dalam hal di sisi keamanan untuk wanita, insyaallah, bagi wanita di kita nusantara ini aman..

Lagi-lagi, kita ini latah...!

Maunya ikut-ikutan kaya di negeri Arab, tapi mentalitasnya masih belum mau siap untuk dikurung

Hal di atas sengaja penulis gugah, agar kita tahu, bahwa kemuliaan itu hadir, bukan karena apa yang kita kenakan.

Tapi munculnya kemuliaan diri itu, datang sebagai sesuatu nilai-nilai, cahaya keilahiahan, yang hadir menyertai kita, muncul dari perilaku, dan pemahaman yang mampu kita serap, dan pemahaman itu memberi pencerahan pada diri kita, khususnya, dalam memahami kebesaran sang penciptaNya.

Sumpah, Allah tak melihat bungkus. Dia tahu kok bagaimana diri kita!! Bagaimana amburadulnya, bagaimana rapuhnya, bagaimana sok ia nya.

Dan Allah itu tak silau dengan kemasan yang diada-adakan!

Nah, ini yang harusnya mulai kita benahi. Tak perlu kita terlalu sibuk mengurusi tampilan luar, perbaiki isi dalaman batiniah kita untuk lebih baik.

Itu saja tak akan habis-habisnya kita kerjakan, untuk diperbaiki, dan jadi proyek pembenahan diri kita.... Subhanallah!

Mari kita lihat... Kemuliaan Allah datang pada saat kita terhimpit !

Lihat kisah Nabi Musa, saat tongkatnya mampu membelah laut merah, saat ia dan kaumnya sudah terjepit situasi sulit, dan sudah terhimpit.

Apa yang terjadi...! Tongkatnya jadi jembatan Kemuliaan yang ada dalam diri Musa, diketuknya laut oleh tongkat itu, maka terbelahlah laut jadi dua, dan umat Musa mendapat jalan pertolongan Allah dengan perantara tongkat itu !

Nah bayangkan jika Musa tak memiliki kemuliaan !! Tongkat nya hanyalah kayu semata, yang tak ada guna dan tak bisa jadi jalan penolong bagi datangnya pertolongan Allah untuk umatnya.

Semua Nabi dalam perjalanan hidupnya, mereka membangun kemuliaan dirinya.

Lihat cara berpakaiannya yang digambarkan dalam banyak kitab suci, semua tampilannya sederhana, dan tidak di ada adakan.

Nah, kemuliaan diri itu hadir dari bentuk sikap qonaah, merasa cukup dengan apa yang Allah berikan, sehingga sederhana adalah karakter nya yang muncul, atau bahkan sangat sederhana, dan sangat jadi mereka yang terhimpit hidupnya secara ekonomi, balasannya mereka mendapat hadiah kemuliaan itu. Subhanallah.

Insyaallah dari cerita-cerita yang penulis simak dari mereka para hamba Allah yang tengah Allah uji, banyak cerita menarik, datangnya pertolongan Allah yang tak mereka sangka sangka, dan hadir ajaib seperti cerita keunikan ajaib yang kita baca dari kisah kisah para aulia.

Sehingga ujian bagi kalangan hamba Allah yang mulia ini, mereka justru merasa bahagia, selalu bersyukur, ikhlas dalam ujian, dan berwajah optimis berseri seri...

Mereka sangat yakin, bahwa pertolongan Allah itu nyata, dan disana Allah anugrahkan kemuliaan pada mereka yang berhasil lulus menempuh ujianNya. Alhamdulillah.

Semoga para sahabat penulis, yang tengah Allah uji, mendapatkan kekuatan bathinnya.

Disegerakan terbebas dari beban berat yang ia tengah pikul... Dan sungguh penulis iri atas anugrah yang Allah telah berikan, dimana penulispun belum tentu mampu di uji Allah, dengan ujiannya yang hanya mampu di tanggung oleh mereka yang sudah sesuai takaran kemampuannya.

Semoga Allah selamatkan kita, dan Allah berikan kebaikan dan kemuliaan pada kita semua, dari perbendaharaan kebaikan yang Ia miliki. Alhamdulillah. ***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.