REFLEKSI | Keikhlasan
Ia lebih senang mendapat untung sesaat, sebab... ia berhitung secara kalkulasi dunia, bahwa ia telah mendapatkan untungnya, walaupun untung itu, hanya sesaat.
Pikirnya, kesempatan tak akan datang dua kali dalam hidupnya.
Orentasi dunia ini bagai sebuah jebakan, manusia dibutakan dengan bayangan hadirnya keuntungan harta duniawi yang akan ia dapat.
Karena orentasi dunianya, maka hal berharga dalam bentuk keikhlasan yang harusnya ia dapat, yang nantinya ini akan membuka pintu rezeki langit, yakni, akan datangnya keuntungan yang lebih besar yang bisa menghampirinya, itu akhirnya nihil, hilang, dan menjauh darinya.
Manusia yang orentasinya duniawi, ia akan memilih keuntungan sesaat, dan tak akan pernah memilih harta berharga, yang akan membuka pintu rezeki sebesar-besarnya bagi dirinya.
Dan kita yang tak terlatih untuk mendidik jiwa, dibesarkan dengan pola hitungan duniawi yang harus menguntungkan, tidak pernah terdidik membangun keikhlasan, membangun kemurnian niat, ketulusan, dan kerelaan diri.
Maka keikhlasan dalam bermuamalah, dalam bentuk keikhlasan apapun yang kita dapat, dan kita mampu kerjakan, itu akan membuat kemuliaan kita muncul secara perlahan.
Dan semakin menguat takala kita terus melakukan kebaikan-kebaikan, yang bertolak belakang dengan orentasi dunia, maka ketika kita sudah mampu mengedepankan keikhlasan, maka dunia nanti yang akan mengejar ngejar kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!