REFLEKSI | Keikhlasan
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
KEIKHLASAN, merupakan bentuk dari kesempurnaan akhlak manusia. Keikhlasan itu bagai mahkota raja, yang hanya di anugrahkan pada manusia tertentu, yang tidak semua manusia memilikinya, dan tidak semua manusia mampu, dan bisa mendapatkannya.
Manusia dengan segenap egonya. Dengan semua kebutuhan yang melingkupi dirinya, tidak akan bisa terlepas dari sifat hitung-hitungan.
Manusia umumnya, memiliki kecenderungan mementingkan hal yang berkaitan dengan keduniawiannya, hal ini lantas akan berimbas, pada bawah sadarnya, dengan begitu, tak terasa ia membentuk dirinya, menjadi manusia yang berorientasi pada nilai-nilai nominal, perhitungan-perhitungan finansial, yang membuatnya sulit menghindari godaan duniawi ini.
Manusia seperti itu, akan sulit mengenali kemuliaan. Maka ia akan selalu mencari keuntungan, seberapa besar maslahat yang bisa ia bawa pulang untuk kepentingan dirinya, dan keuntungan baginya.
Dengan kata lain, hal yang paling jelas, keikhlasan di masalah bermuamalah dalam interaksinya dengan sesama manusia, akan terukur ketika ada peluang dimana antara duniawi dan keikhlasan diperlukan hadir di sana.
Keduniawian itulah yang akan menjauhkan manusia dari kemulyaan. Dan keduniawian itulah yang mendekatkan manusia pada keserakahan, ketamakan, kerakusan, dan ia tak mementingkan kemaslahatan bersama, yang ada, keuntungan dan perhitungan-perhitungan finansial, menjauhkannya dari keikhlasan sempurna, untuk mendapatkan anugrah terbaik dari Gusti Allah, yakni mendapat mahkota para raja, yang tidak ia dapatkan sama sekali.
Hingga jika keikhlasan itu harta berharga, perbendaharaan alam Surga yang di simpan Allah di muka bumi, yang dengan itu, keikhlasan ini mampu membuka pintu rezeki sebesar-besarnya bagi ia kedepannya, maka tetap, orang yang orientasinya duniawi ini, tak akan pernah tertarik mengambil ikhlas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!