Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Sabtu 29 Agustus 2026 29 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026

REFLEKSI | Keikhlasan

ED
Selasa, 17 Januari 2023 | 13:58 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Keikhlasan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

KEIKHLASAN, merupakan bentuk dari kesempurnaan akhlak manusia. Keikhlasan itu bagai mahkota raja, yang hanya di anugrahkan pada manusia tertentu, yang tidak semua manusia memilikinya, dan tidak semua manusia mampu, dan bisa mendapatkannya.

Manusia dengan segenap egonya. Dengan semua kebutuhan yang melingkupi dirinya, tidak akan bisa terlepas dari sifat hitung-hitungan.

Manusia umumnya, memiliki kecenderungan mementingkan hal yang berkaitan dengan keduniawiannya, hal ini lantas akan berimbas, pada bawah sadarnya, dengan begitu, tak terasa ia membentuk dirinya, menjadi manusia yang berorientasi pada nilai-nilai nominal, perhitungan-perhitungan finansial, yang membuatnya sulit menghindari godaan duniawi ini.

Manusia seperti itu, akan sulit mengenali kemuliaan. Maka ia akan selalu mencari keuntungan, seberapa besar maslahat yang bisa ia bawa pulang untuk kepentingan dirinya, dan keuntungan baginya.

Dengan kata lain, hal yang paling jelas, keikhlasan di masalah bermuamalah dalam interaksinya dengan sesama manusia, akan terukur ketika ada peluang dimana antara duniawi dan keikhlasan diperlukan hadir di sana.

Keduniawian itulah yang akan menjauhkan manusia dari kemulyaan. Dan keduniawian itulah yang mendekatkan manusia pada keserakahan, ketamakan, kerakusan, dan ia tak mementingkan kemaslahatan bersama, yang ada, keuntungan dan perhitungan-perhitungan finansial, menjauhkannya dari keikhlasan sempurna, untuk mendapatkan anugrah terbaik dari Gusti Allah, yakni mendapat mahkota para raja, yang tidak ia dapatkan sama sekali.

Hingga jika keikhlasan itu harta berharga, perbendaharaan alam Surga yang di simpan Allah di muka bumi, yang dengan itu, keikhlasan ini mampu membuka pintu rezeki sebesar-besarnya bagi ia kedepannya, maka tetap, orang yang orientasinya duniawi ini, tak akan pernah tertarik mengambil ikhlas.

Ia lebih senang mendapat untung sesaat, sebab... ia berhitung secara kalkulasi dunia, bahwa ia telah mendapatkan untungnya, walaupun untung itu, hanya sesaat.

Pikirnya, kesempatan tak akan datang dua kali dalam hidupnya.

Orentasi dunia ini bagai sebuah jebakan, manusia dibutakan dengan bayangan hadirnya keuntungan harta duniawi yang akan ia dapat.

Karena orentasi dunianya, maka hal berharga dalam bentuk keikhlasan yang harusnya ia dapat, yang nantinya ini akan membuka pintu rezeki langit, yakni, akan datangnya keuntungan yang lebih besar yang bisa menghampirinya, itu akhirnya nihil, hilang, dan menjauh darinya.

Manusia yang orentasinya duniawi, ia akan memilih keuntungan sesaat, dan tak akan pernah memilih harta berharga, yang akan membuka pintu rezeki sebesar-besarnya bagi dirinya.

Dan kita yang tak terlatih untuk mendidik jiwa, dibesarkan dengan pola hitungan duniawi yang harus menguntungkan, tidak pernah terdidik membangun keikhlasan, membangun kemurnian niat, ketulusan, dan kerelaan diri.

Maka keikhlasan dalam bermuamalah, dalam bentuk keikhlasan apapun yang kita dapat, dan kita mampu kerjakan, itu akan membuat kemuliaan kita muncul secara perlahan.

Dan semakin menguat takala kita terus melakukan kebaikan-kebaikan, yang bertolak belakang dengan orentasi dunia, maka ketika kita sudah mampu mengedepankan keikhlasan, maka dunia nanti yang akan mengejar ngejar kita.

Keikhlasan adalah sayap malaikat yang mampu membuat kita terbang meninggi, keikhlasan merupakan bentuk pesona kemuliaan malaikat yang bisa kita dapatkan.

Belajar membangun keikhlasan berarti belajar menjadi sosok manusia istimewa, dan manusia istimewa dengan keikhlasan yang ia punya, itu akan mampu, menjadikannya raja dunia walau tanpa mahkota, dan tanpa harta.

Alhamdulillah.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.