REFLEKSI | Integritas
Yaa, jika jihad dirinya dalam memerangi sifat buruk itu tak kita lakukan, maka ia, atau kita sudah barang tentu kalah sejak sedari awal oleh setan, dan kita bisa jadi, selalu ada di bawah kontrol setan itu sendiri.
Maka untuk menutupi kelemahan pada tak tercapainya integritas diri, orangpun berlomba menipu dirinya, dengan menjadikan tampilannya bak orang suci, agar dengan itu ia dihormati.
Kamuflase ini akan berbahaya bagi yang nuraninya masih jalan, jika tak disadari, ia akan terjerumus pada kepalsuan yang ia malah banggakan, dan terus menerus akan ia lakukan.
Hal tersebut sangat jelas tentunya, ini bisa semakin menjauhkan dirinya pada keadaan jiwa yang suci, jiwa yang tenang, jiwa yang stabil, dan berpendirian.
Hingga wajar ia tertipu berkali-kali, dipecundangi terus oleh setan musuh manusia.
Secara tak sadar ia telah menjadi sekutunya adalah setan, akrab ia berteman dengan setan, dan dengan kesadarannya ia pun akan menjerumuskan manusia lainnya agar berada bersamanya, untuk menjadikan rugi, buntung dunia dan akhiratnya.
Orang yang menipu dirinya sendiri, ia sudah seperti setan itu sendiri, tak ada yang bisa diambil untuk diteladani. Jika ia berkata seperti yang baik, padahal perkataannya penuh dusta, kebohongan, dan menipu banyak manusia. Jika di amanahi ia khianat. Jika diberi hati ia menusuk bagai duri, dan berakhir dengan berani mengorbankan orang lain untuk kepentingannya sendiri.
Kita jangan pernah tertipu dengan hanya melihat tampilan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!