REFLEKSI | Integritas
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M. Sn.
MANUSIA itu sangat mudah dipermainkan setan. Sebangsa setan dengan sangat liciknya mampu menjungkirkan manusia yang tak memiliki integritas atau kehormatan.
Kehormatan merupakan anugrah luar biasa yang menjadi ciri bagi diri kita, untuk dapat dihargai oleh orang lain, dipandang keberadaannya sebagai seorang berintegritas, jujur, amanah, dan bisa dipercaya.
Kehormatan itulah yang sepenuhnya harus ada dan melekat pada setiap manusia, sebab datangnya anugrah kehormatan, merupakan hasil dari capaian kita terus-menerus membangun kualitas diri. Membangun kepercayaan dari orang lain, dan ini adalah harta terbesar yang manusia miliki. Yang harus ia jaga, dirawat, dan dipupuk sebaik mungkin, hingga bisa berbuah hebat. Yang pada akhirnya bisa mendatangkan kebaikan yang lebih lagi. Menjadikan kita manusia unggul, manusia paripurna, yang keberadaannya siap menjadi kemaslahatan bagi sesama. Yang kehadirannya mendatangkan rasa suka cita manusia, sehingga kita pun jauh dari kebencian manusia, dan manusia menunggu kiprah kita bagi kebaikan dunia.
Kehormatan seorang manusia ada pada kekuatan perkataan dan perbuatannya. Ini seakan menjadi hukum langit. Dimana jika kita ingin di percaya banyak manusia, perkataan kita dan perbuatannya harus mampu menunjukkan bahwa kita selalu memperjuangkan komitmen bahwa kita selalu seia sekata. Baik dalam ucapan dan tindakan kita, sebagai bukti aktualisasi kata-kata yang kita implementasikan dalam tindakan nyata.
Itulah ujian Allah pada kita umat manusia !
Bisa dipercaya atau tidaknya, hal itu di uji dari hal yang kecil, kata dan perbuatannya, apakah sesuai !
Manusia yang ingin menjalankan hal ini, untuk mendapatkan kehormatan, tentunya terlebih dahulu ia harus memperjuangkan dirinya keluar dari sifat tamak, sifat hasut, sifat ingin menang sendiri, dan sifat buruk lainnya yang menjadi sifat-sifat pecundang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!