REFLEKSI | Idul Fitri dan Budaya Kita
Secara lengkap, kalimatnya adalah ”ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin” yang artinya “semoga Allah SWT menjadikan kami dan Anda sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung”. Jadi, minal aidin wal faizin sendiri artinya adalah orang-orang yang kembali dan beruntung.
Yaa kalimat "ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin," bagi kalangan sastrawan adalah bahasa sastra yang mengandung unsur majas, memberi penekanan lebih, sebagai sarana untuk memberi optimisme, dalam meraih kebaikan dunia dan akhirat.
Sebuah simbolisme, yang memberi nilai positif, dalam dinamika budaya kita, umat Muslim Indonesia, yang selalu menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal, sebagai suatu proses kematangan berpikir para leluhur kita, yang harus terus kita lestarikan.
sehingga entah siapa yang mengawali hadirnya kalimat minal aidzin wal faidzin ini, tapi, seyogyanya...kita patut berterima kasih, untuk semangat optimismenya, yang telah memotivasi kita menjadi manusia-manusia pemaaf, yang menemukan momentum kembali hadirnya kesucian diri, sehingga selalu menjadi orang-orang yang beruntung dalam setiap saatnya. Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!