REFLEKSI | Idul Fitri dan Budaya Kita
Ada yang mempertanyakan, kenapa memaafkan harus dikhususkan pada Idul Fitri fitri saja ? Padahal hari lainnya pun bisa.
Menjawab itu, penanya mestinya melihat, hal yang serempak dilakukan secara kolosal, momennya memang hanya ada pada saat di puncak awal Syawal itu, pada perayaan hari raya Idul Fitri ini. Di mana, hampir puluhan juta orang, kembali ke kampung halamannya, untuk bersilaturahmi dengan sanak familinya.
Kita harus bisa berpikir bijak, dalam perayaan yang monumental ini, jangan sampai ternodai oleh statement yang seakan memojokan perayaan sakral saling memaafkan itu, seakan sesuatu yang dianggap mengada-ada. Sesuatu yang sebenarnya salah kaprah !
Sudah mulai ada yang berusaha mengiring opini umat ke arah sesuatu yang sia-sia, dengan hal baik yang kita lakukan untuk saling memaafkan diperayaan Idul Fitri ini.
Seperti apa yang kita bisa baca dari group WA, yang membuat kita miris membacanya, dan tak habis pikir, untuk memahami jalan pikiran mereka yang menebar rasa kritis, yang tidak pada tempatnya itu.
Apa maksudnya ? Mengapa memunculkan pemikiran kontra produktif ! Yang sudah baik di anggap tidak pantas ! Dan ini tentunya jadi bahan keprihatinan kita.
Atas apa yang umumnya Muslim Indonesia lakukan. Muslim harus bersatu memegang teguh prinsip yang sudah baik ini, dan tak usah terpengaruh apa yang diopinikan. Prinsip kita sudah benar, memaafkan mendatangkan keberkahan,dan melunaknya hati.
Lainnya ucapan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin, merupakan suatu ungkapan simbolisme, dari satu individu ke individu lainnya, karena kesalahan kita secara lahir, bisa timbul sebagai sebuah dosa, hanya dari cara kita menatap orang, mengerenyitkan kening, memainkan bibir, alis, mimik dan gesture, yang bisa jadi itu tak disadari, bahwa sebenarnya apa yang kita lakukan bagian dari sebuah ungkapan sombong kita, yang menganggap rendah orang lain dibanding kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!