REFLEKSI | Godaan Iblis

ED
Minggu, 15 Mei 2022 | 07:30 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Godaan Iblis

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

MENJADI manusia yang dibekali keimanan adalah anugerah terindah dan terbesar dari Tuhan yang kita miliki. Keimanan sendiri merupakan amanah yang tidak tergantikan oleh harta apa pun yang ada di dunia ini. Nabi SAW pernah ditawari harta berlimpah, kedudukan terhormat, dan wanita oleh kaum Quraisy, asal ia (Rasulullah) mau mengikuti mereka kembali kepada keyakinan nenek moyangnya, menjadi penyembah berhala Latta, Uzza, dan Hubal, serta mau menghentikan dakwahnya, mensyiarkan Islam, lantas apa kata Rasulullah; “Seandainya bulan diletakkan di tangan kiriku dan matahari diletakkan pada tangan kananku, maka aku tidak akan berhenti menyeru kepada jalan Allah”.

Sikap tegas untuk menjaga keimanan dari bujukan dunia adalah hal yang berat dilakukan oleh kita, umat Rasulullah ini, baik itu umatnya, maupun ulamanya.

Godaan pada kita sebagai manusia, untuk Iblis tundukan si manusia itu, ada pada cara Iblis harus mengalahkan benteng hawa nafsu dari si manusianya.

Strategi cara mengalahkan manusia itu, telah Iblis petakan jauh-jauh hari, setelah ia di kutuk oleh Allah sebagai mahluk yang terlaknat, yang terusir dari surga, dan ia (Iblis) telah berjanji, akan menjerumuskan semua keturunan Adam, agar mereka menjadi pengikutnya semua.

Iblis memetakan kelemahan manusia ada pada, "harta, tahta, dan wanita." Dan hawa nafsu manusia mengejar ketiga umpan Iblis itu, sangat ampuh untuk memperdaya manusia, dari keyakinan apa pun, dan setangguh apapun kesalehannya.

Telah banyak contoh manusia mengejar dunia, lalu diberi kelebihan oleh Allah, hingga ia jatuh pada ke kikiran, muncul sifat kesombongannya, dan lupa pada keimanannya.

Ini seperti cerita Tsa'labah, yang sebelumnya ketika ia miskin, ia adalah orang yang paling rajin dalam beribadah, namun setelah ia kaya akan ternaknya, ia lupa pada ibadahnya, dan pada keharusannya untuk berzakat, dan imannya luntur karena harta yang ia miliki, telah menjadikan ia seorang yang tak pandai bersyukur, malah menjadikannya kufur. Seperti ini kisahnya Tsa’labah bin Haathib:

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.