REFLEKSI | Gembira dalam Cobaan
Mengapa sampai setragis itu akhir hidupnya ? Oh, ternyata ia merasa kesepian, terasa terasing hidupnya, dan merasa ada beban berat dalam hidup yang ia jalani.
Layaknya tikus mati di lumbung padi. Manusia tak bisa hanya dilihat dari harta yang ia miliki.
Ada kebahagiaan lain yang ia cari. Ada kemulyaan yang ingin ia miliki. Apa itu ?
Di akui Tuhan, sebagai hambaNya yang patut Ia cintai.
Maka berbahagialah kita jika Tuhan menghadirkan kesempitan sebagai cobaan.
Senyumi saja, jangan gusar, kecewa, atau protes penuh kemarahan.
Itu Tuhan sedang menjaring kita yang sedang Ia dicoba. Jika Tuhan berhasil menjaring kita, ucapakan syukur...!! Akhirnya Tuhan menemukan kita yang sama memiliki rasa cinta yang tinggi padaNya. Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!