REFLEKSI | Gaya Kabayan

ED
Senin, 7 Maret 2022 | 06:36 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Gaya Kabayan

Sangat dramatis sekali peran watak mereka jiwai, sehingga kepedihan rakyat, seperti mereka yang mengalami ! Kesengsaraan rakyat, seperti mereka yang paling sengsara. Padahal ketika masyarakat antri minyak goreng saja, bisa berdiri berjam-jam mereka lakukan, eh...si tokoh pemeran watak ini, sudah punya stok minyak goreng berdus- dus di rumahnya. Miris!

Menjual kepedihan masyarakat ! Bukannya malah membantu mencari mafianya ! Yang ada malah menyalahkan pihak lain, yang ia rasa sudah menzholimi warga masyarakat Indonesia.

Itulah gaya yang dipakai oleh sebagian politisi kita, culas, tengil, dan sangat monohok kewarasan nurani kita.

Mereka mengecam, mengkritik, membully ulil amrinya, tanpa bisa menyodorkan solusi sebagai jalan keluarnya, yang ada malah buat gaduh.

Jika snouck Hurgronje jelas memakai kedok agama, dan bergaya Kabayan untuk melakukan politik pecah belah, nah para Kabayan, badut politik masa sekarang lebih parah lagi, berkedok agama sudah jelas, target mereka membuat pergerakan masyarakat, membenturkan rakyat kita, dengan penguasanya.

Seperti kata tokoh reformasi yang juga badut politik kelas atas, yang Gus Dur pernah mendoakan dirinya jadi gelandangan politik, pernah menyuarakan akan terjadi perang Bratayudha, pada saat pilpres ! Ini miris sekali...

Dan terjadinya benturan seperti ini yang diharapkan, sosok-sosok bergaya Kabayan masa kini itu, bila sosok snouck Hurgronje hanya untuk memecah belah. Badut politik yang bergaya Kabayan masa kini malah ingin membenturkan rakyat kita untuk saling tikam. Masyaallah.

JIka dulu musuh kita, pada masa penjajahan adalah Belanda...mereka jelas wujudnya di depan mata...kini musuh bangsa ini, lebih tak ketara.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.