REFLEKSI | Dan, Umar bin Abdul Aziz pun Dihujat
Masa pemerintahan sayidina Ali bin Abi Thalib, adalah masa pemerintahan yang penuh pergolakan dan pemberontakan, dan itu mencapai puncaknya di peristiwa Karbala, dimana pada peristiwa Pertempuran Karbala ini, peperangan antara pasukan Husain bin Ali melawan tentara Yazid bin Muawiyah dari Dinasti Umayyah yang terkenal bengis, berlangsung sangat dramatis.
Peperangan ini terjadi, di dekat Sungai Efrat (sekarang Irak) ini, dan berlangsung pada 10 Muharram 61 Hijriyah, atau 10 Oktober 680 Masehi, sampai harus terjadi peristiwa biadab, pemenggalan kepala dari sayidina Husain putra Ali bin Abi Thalib, cucu dari Baginda Nabi Muhammad Saw yang di lakukan oleh Sinan bin Anas bin Amr Nakhai. Menurut Ibnu Katsir. Kepala Sayyidina Husen lalu diserahkan ke Yazid bin Muawiyah.
Itulah peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi pada para khalifah kita, yang diawali dari adanya rasa kebencian, timbulnya fitnah, lalu angkat senjata dan terjadinya pemberontakan.
Bagaimana dengan pemerintahan di masa kini ? Di zaman modern, yang sistem pemerintahan kita menganut sistem Presidensial ?
Dimana sistem Presidensial ini, negara dipimpin oleh Presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemelihan umum (Pemilu).
Jika melihat fenomena gejolak yang terus di pelihara dari awal terpilihnya Jokowi dari tahun 2014, sebagai presiden Indonesia, sampai pada periode kedua di masa pemerintahannya, yang menginjak tahun ke 8 ini, ada saja letupan, dan gejolak yang terjadi. Sedikit saja statement dari para menterinya agak ambiqu, suasana riuh dan hangat, langsung mewarnai situasi dunia politik di negeri ini.
Jadi apa yang perlu disikapi, agar negara kita tidak menjadi negara yang hancur seperti Libia, Irak, Afghanistan, dan negara Islam lainnya, yang akhirnya terpuruk.
Kita sudah pengalaman dalam melihat hancur dan luluh lantaknya suatu negeri, hingga harus tertatih bangkit dari keterpurukan yang menyakitkan, seperti Libia, yang sulit kembali ke masa jayanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!