REFLEKSI | Dan, Umar bin Abdul Aziz pun Dihujat

ED
Senin, 11 April 2022 | 07:46 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Dan, Umar bin Abdul Aziz pun Dihujat

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

DARI Ngaji Kitab Tema: Tentang keutamaan sabar. - . Kitab Ihya' edisi Dar al-Minhaj, juz ke-, hal 635. . Maqra': وقال أنس بن مالك ...ternyata kita baru tahu, Khalifah Umar Bin Abdul Aziz pun sama,.sebagai khalifah, ia dihujat umatnya, padahal seperti yang kita tahu, ia adalah khalifah yang adil dan dianggap paling bijaksana.

Namun ia bukan penguasa gasiq dan dzolim, yang akan menangkap para penghujatnya, menghadapi hujatan seperti itu, maka tetap ia pun, hanya bisa memperbanyak bersabar, dan penuh keikhlasan ia menghadapinya.

Dan dari kesabarannya ini, sesungguhnya, menunjukan kepada kita, bagaimana kualitas kepribadiannya sang khalifah, yang sangat luar biasa, dalam praktek membangun dan menjaga kebesaran budi pekerti, dan pemahamannya.

Semoga pemimpin yang sabar dalam hujatan umatnya, di beri Allah keluasan hati. Dari Abu Bakar ra., Ia berkata ; Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda, " Siapa saja yang menghina penguasanya, Allah akan hinakan dirinya."(HR.Tirmidzi)

Dari Ibnu Abbas Ra, ia berkata ; Rasulullah Saw. bersabda : " Siapa saja yang benci terhadap tindakan penguasanya, hendaklah ia sabar ! Sesungguhnya orang yang meninggalkan Raja ( membelot) walau hanya sejengkal, ia akan mati seperti mati pada zaman jahiliah." ( HR. Bukhari dan Muslim )

Dari riwayat yang di ulas dalam mengaji bab keutamaan sabar ini, itu seperti membawa kita, untuk kembali menginggat sejarah para khalifah. Dari mulai, Abu Bakar, Umar, Usman, sampai pada Ali bin Abi Thalib, betapa para khalifah itu menghadapi tantangannya masing-masing, yang sama peliknya, dengan masa pemerintahan Jokowi, pada masa sekarang.

Kita lihat... Bila pada masa pemerintahan Abu Bakar Shiddiq, yang memerintah selama dua tahun, tiga bulan, 14 hari. Sejarah perlawanan terhadap beliaupun sama gilanya, dan sangat keras, sampai beberapa wilayah melakukan memberontakan, munculnya nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al khazab, dari bani hanifah di yamamah. Aswad Al-Ansy di Yaman, dan lainnya, yang pada intinya, mereka melakukan perlawanan terhadap khalifah, karena tidak lagi mempercayai kepemimpinannya, dan tingginya semangat perlawanan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.