REFLEKSI | Dan, Umar bin Abdul Aziz pun Dihujat

ED
Senin, 11 April 2022 | 07:46 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Dan, Umar bin Abdul Aziz pun Dihujat

Kemudian... Masa Umar bin Khattab, yang memerintah selama 10 tahun, sebagai penganti Khalifah Abu Bakar Shiddiq ra, kita tahu, ia pemimpin tegas dan penuh dedikasi pada syiar Islam, pun sama diguncang prahara, sampai akhirnya ia dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz) saat sedang melaksanakan salat subuh. Abu Lukluk sendiri adalah budak dari Persia, yang merasa dendam karena negerinya di kalahkan oleh penguasa Islam.

Selanjutnya... Masa penggantinya Umar, ke Khalifah Usman bin Affan, gejolak politik terus mendera, umat sebagian tak bisa di atur, dan kepemimpinan pada masa Khalifah Usman bin Affan pun sama, di anggap lemah, tak tegas, tidak bisa menyelesaikan masalah, pemerintahannya terus diguncang, dibuat dalam banyak tekanan yang datang dari umat Islamnya sendiri.

Khalifah Usman bin Affan sangat sabar, dan lebih percaya pada takdir, sehingga hal ini menjadi peluang para pemberontak dari suku Badui, orang-orang bodoh dari umat Islam yang gampang termakan kabar bohong, isue miring, yang jika itu dikenal di jaman ini, adalah berita hoaks, yang sengaja di sebar untuk menimbulkan kebencian yang kuat, untuk membangun permusuhan, persis seperti di zaman ini.

Pada pikiran para sahabat yang masih waras.saat itu, perbedaan pendapat masih di anggap kewajaran, apalagi sang khalifah melarang untuk melakukan perang menghadapi mereka, dan tak tahunya, tak terpikir oleh para sahabat yang pada waktu ada di madinah, para pembenci khalifah datang mengepung rumahnya, sehingga peristiwa biadabpun terjadi di kota kedua yang disucikan nabi, yakni Madinah.

Khalifah Usman bin Affan, dibunuh oleh Abdurrahman bin Amr yang dikenal dengan sebutan Ibnu Muljam al-Himyari al-Kindi. Sungguh perlawanan terhadap penguasa, oleh pemberontak, perusuh, demostran yang membenci khalifah, telah jadi rangkaian peristiwa yang seolah ritual, dari kaum pembenci yang bila tak disikapi tegas, akan membawa kerusakan yang sangat masif.

Sampai akhirnya terjadi pula pada periode ke Khalifah Ali bin Abi Thalib, di mana ia sampai mengalami peristiwa yang sangat tragis, dimana ia di tikam dari belakang oleh seseorang yang bernama Abdurrahman bin Muljam, saat ia sedang salat subuh di Masjid Agung Kufah pada 19 Ramadhan 40 H atau 27 Januari.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.