REFLEKSI | Buah Kehidupan yang Harus Ditafakuri

ED
Senin, 5 September 2022 | 07:00 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Buah Kehidupan yang Harus Ditafakuri

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

SETIAP manusia memiliki ceritanya masing-masing, dan cerita setiap diri itu adalah catatan bagi kehidupannya atas apa yang telah ia tempuh. Yang dikatakan manusia berhasil, pastinya ia memiliki cara, pandangan, sikap hidup, maupun prinsip kuat yang ia lakukan, hingga akhirnya berbuah manis ! Dan rasa manisnya, dari usaha yang dilakukan oleh manusia seperti itu, bisa terasa oleh dirinya, orang lain diluar dirinya, keluarga, sanak saudara, bahkan masyarakat dalam sekup yang luas, mereka bisa merasakan rasa manisnya, dari buah yang baik tersebut.

Begitupun yang tidak memiliki prinsip hidup, selalu gamang, galau, tidak bisa bersikap, inipun akan menghasilkan buahnya tersendiri.

Ada buah manis, ada juga buah yang sepat, asam, bahkan pahit ! Semua buah yang dihasilkan itu tetap mengandung nilai-nilai, bermuatan positif.

Jika buah yang manis, kadar kandungan nilai kebermanfaatannya, nilai kepositifannya bisa terasa olehnya langsung ! dan mengandung nilai-nilai baik yang juga bisa dirasa oleh orang lainnya juga.

Namun untuk buah yang pahit, yang asam, dan sepat, bagi dirinya pun tidak berguna, kepahitan kehidupannya menjadi buah yang tidak bermanfaat untuknya, sehingga manusia dengan ciri seperti ini, harusnya segera menyadari, ujung dari kehidupan dia harus bisa menghasilkan satu buah yang baik.

Dan untuk sampai ke sana, manusia dengan muatan seperti ini, mau tidak mau, harus berusaha keras, dan sekuat tekad bisa merubah dirinya, mau bermetamorfosis seperti halnya ulat, menjadi kupu-kupu.

Bisakah seperti itu ?

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.