REFLEKSI | Buah Kehidupan yang Harus Ditafakuri
Manusia adalah mahluk ideal, mahluk berpikir, mahluk dinamis yang jika pikirannya tergerak, maka ia pastinya mau melakukan perubahan. Tapi jika tidak, maka ia terjebak pada kekakuan yang membuat ia buntu karena dibuatnya sendiri, akhirnya... ia tidak dapat melihat hal yang lebih luas, bahkan ia terjebak, pada lubang dalam yang sempit mengelincirkan, dan membuatnya terpenjara.
Buah-buah kehidupan yang ada pada setiap individu, akan bermanfaat bagi orang diluar diri manusia yang bersangkutan. Yang manis, yang pahit, asam dan sepat, semuanya mengandung nilai pesan yang bisa kita baca.
Belajarlah dari pesan-pesan itu ! Apa yang bisa kita ambil manfaatnya.
Dalam setiap kitab suci, pesan-pesan dari buah-buah kehidupan manusia yang terceritakan, adalah gambaran kenyataan yang pernah terjadi. Selama dunia masih didiami anak manusia, maka buah yang baik, maupun buruk, manis dan pahit, akan selalu hadir menjadi cerita yang sarat pesan.
Lantas maukah kita mentafakurinya ? Ketika kita mentafakuri hal tersebut, insyaallah, itu adalah bagian dari cara kita mensyukuri nikmat Allah yang Allah berikan.
Dan mensyukuri nikmat Allah, merupakan cara terbaik kita untuk bisa memperbaiki buah yang akan kita hasilkan. Insyaallah.
Alhamdulillah.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!