REFLEKSI | Berkoalisi dengan Musuh
4. Saat Setan jadi "Humas Ibadah" (Riya) Kita baru saja sedekah atau sholat malam. Setan datang membawa kamera: "Post dong. Bikin caption bijak. Biar menginspirasi orang lain." Kita pun menurut. Kita upload. Kita cek like-nya tiap menit. Kita jual keikhlasan kita demi tepuk tangan follower. Betapa konyolnya kita. Kita pasang CCTV dan kunci ganda untuk maling motor. Tapi untuk maling iman (Setan) dan perampok akal sehat (Nafsu), kita malah buatkan kopi, kita ajak ngobrol, dan kita turuti semua maunya.
Kita musuhi manusia yang salah sedikit, tapi kita berkoalisi dengan setan yang jelas-jelas ingin menghancurkan kita.***
Renungan pagi di Citapen Cimenyan
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!