REFLEKSI | Allah Memaksakan Kebaikan

ED
Senin, 6 Juni 2022 | 07:10 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Allah Memaksakan Kebaikan

Kemudian lihat kejadian Nabi Ibrahim saat harus meninggalkan istrinya Siti Hajar yang membawa bayi kecil Ismail, di gurun gersang, tampa ada manusia lainnya, jika kita lihat peristiwa itu, dengan pandangan kemanusiaan kita pada saat ini, itu pastinya sebuah bentuk penelantaran, kekejaman, membuang istri dan anak dengan tampa rasa kemanusiaan, dan hal tersebut pastinya merupakan kejahatan yang tidak terampuni, prasangka manusia yang tidak tertuntun hatinya pasti beranggapan pada berpikir dan berprasangka buruk pada Allah.

Padahal pada saat Allah sendiri memaksakan hal itu terjadi, harus dilakukan, tentunya dengan memberi hikmah dibalik kejadian yang dimata manusia mungkin salah, tidak baik, tidak pantas.

Dan dibalik apa yang terjadi, dibalik keterpaksaan, dibalik desakan, ada hikmah luarbiasa, yang kita akan tahu, setelah kejadian itu terjadi, cepat atau lambatnya, kita akan saksikan bagaimana Allah mengatur sebuah kejadian, agar kebaikan yang sebenarnya itu nampak... Alhamdulillah.

Semua kebaikan yang dipaksakan untuk kita lakukan, adalah kebaikan yang tidak akan sia-sia, Allah menyembunyikan hal besar yang tidak akan tampak pada mereka yang masih berpikir pragmatis, instant, sesaat, hanya melihat kulit, tidak melihat isi dan kebermanfaat yang ada di dalamnya.

Kebaikan yang dipaksakan pada seorang individu oleh Allah, yang didalamnya masih ada ketidak ikhlasan, rasa berat, ragu, baru memiliki setengah kesadaran, merupakan sebuah dorongan naluri dari mulai bergeraknya hati yang kondisinya biasa, ke hati yang menuju keHanifan, terpanggil jiwa, tergetar hatinya, yang awalnya mau karena terpaksa, menjadi mau karena Ikhlas pada akhirnya.

Alhamdulillah.

Itulah cara Allah mendidik semua orang soleh, mendidik manusia pilihannya, untuk bisa berkontribusi baik, bagi munculnya kebermanfaatan yang akan dirasa oleh orang kebanyakan.

Maka dalam kondisi tertentu pada masa kita dipaksakan untuk bisa berbuat baik, majukanlah hati kita lebih kedepan, cenderung lah pada mendengar kata hati, mendengar bisikan kebaikan, karena hati yang sebenarnya itu, ia akan selalu mengkondisikan jiwa kita untuk sefrekuensi dengan kemurnian hatinya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.