REFLEKSI | Allah Memaksakan Kebaikan

ED
Senin, 6 Juni 2022 | 07:10 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Allah Memaksakan Kebaikan

Namun pastinya, dan tetap jadi takdirnya...amanah kebaikan yang Allah inginkan itu harus ia tunaikan, harus ia jalankan! Di uji ia dengan setengah tekadnya, namun Allah bantu ia untuk mau melangkah mengambil jalan kebaikan yang Allah paksakan itu, untuk ia tuntaskan.

Yahh, bagi kita pada saat melihat kejadian tersebut...kita orang lain yang berada di pihak ke dua, atau ketiga, yang menyaksikan dan terlibat dalam kejadian itu... Adalah sesuatu yang tidak kita pahami. Itu bagaikan hal rumit bagi dirinya. Kita malah, menjadi pengoda kebaikan yang orang lain sedang Allah beri peran.

Lantas malah kita yang menjadi bingungnya, kita yang seperti kebakaran jenggotnya, uring-uringan, menyalahkan orang lain, yang menjadi jalan bagi masuknya takdir Allah lewat pihak lain, di luar dirinya.

Padahal manusia yang sedang Ia 'Allah' uji dengan situasi tersebut, malah dalam kondisi bertahap tumbuh kesadaran keikhlasannya, sampai akhirnya ia ikhlas sepenuh hati, dan tergerak hatinya untuk tunduk menjalani perannya.

Yang hanya melihat dengan pandangan kulit, peristiwa yang terjadi, dari kebaikan yang dipaksakan Allah, itu ibarat, yang menjalaninya sedang berjalan meniti di atas bara, menelan hal pahit, mendatangkan fitnah keji, yang mau tidak mau untuk saat itu, ketika hikmah belum Allah tampakan, itu seperti kita berperang melawan diri sendiri.

Dan bahkan jika kita tak di bekali keimanan, keikhlasan, kita di jadikan seperti bola, yang gampang dimainkan, karena peran keimanan kita yang gampang dipengaruhi oleh bisikan Iblis yang menyesatkan, dan iblis, ingin kita selamanya selalu berprasangka buruk pada suatu kejadian.

Perhatikan kisah Allah memaksakan adanya kebaikan dari perbuatan yang disangka sebuah keburukan, yang itu terjadi pada Nabi Musa di saat ia masih bayi. Ibunya harus menghanyutkan Musa ke sungai, sampai akhirnya bayi Musa yang diapungkan di air, dalam keranjang, di ambil oleh istri Fir'aun, dan Musa di angkat menjadi anak angkatnya. Jika melihat dari kacamata normal, apa yang diperbuat ibu Nabi Musa, itu tak masuk akal, menjadi pemberitaan viral jika itu di lakukan pada masa kini oleh seorang ibu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.