REFLEKSI | Allah Memaksakan Kebaikan

ED
Senin, 6 Juni 2022 | 07:10 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Allah Memaksakan Kebaikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

DALAM berbuat baik, memang kesadaran untuk melakukan itu, hendaknya datang dari kesadaran diri sendiri dalam pengamalkannya. Tidak dipaksakan kehadirannya, tapi muncul dengan sendirinya, akibat dorongan ketulusan hati dari kita, sebagai individu yang terdidik kolbun salimnya, sehingga memiliki kwalitas hati yang bersih dan kepekaan spiritual yang kuat pada kebaikan, yang akan menuntun individu tersebut pada kebaikan dan keselamatan.

Namun tidak pada diri manusia lain yang belum terdorong untuk melakukan hal baik itu, ini dikarenakan kesempatan untuk beramal baik, berbuat sosial, belum Allah tampakan untuknya. Maka berbahagialah sebetulnya bagi manusia seperti kita, yang setiap waktu, ditampakan oleh Allah kesempatan pada dirinya untuk beramal baik.

Beramal baik, berbuat baik, merupakan bentuk kesolehan sosial yang bisa dilakukan oleh siapapun, yang memang memiliki kesadaran berempati pada manusia lain disekelilingnya.

Dengan adanya empati tersebut, maka akan membentuk kehalusan jiwanya, peka hatinya, sehingga kecenderungan untuk selalu beramal soleh, berbuat baik, lambat laun akan menjadikan diri si manusia tersebut, memiliki karakter kuat yang postif, yang bisa menjadi refresentasi dari pribadi unggul, yang Allah banggakan.

Jika kita membuka Al Qur'an, dalam banyak kisah periwayatan para Nabi SAW, perjalanan kesadaran dalam mengemban amanah yang harus dipegang, diamalkan, dilakukan oleh nya, sebagai salah satu tugas yang harus di tunaikan, menuntut pembawa risalah dari Allah pada Nabi tersebut, dilaksanakan sepenuh keyakinan, tidak membantah, tidak banyak bertanya, mutlak yakin kebaikan yang ia dapat itu datang dari Allah, dengan kata lain, Allah paksakan kebaikan itu dilakukan oleh orang pilihannya, dan pastinya ada hikmah didalamnya, yang manusia tidak akan fahami pada saat kejadian, tapi akan difahamkan setelah kejadian itu berlalu.

Hal yang berkaitan dengan paksaan kehendak Allah itu, menekan orang pilihannya, baik ia siap atau tidak siap, untuk ia laksanakan, dan mematuhinya, dengan segenap hati, walau ada di hinggapi rasa kegalauan, dan kebingungan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.