REFLEKSI | Akhlak Adalah Sayap Kemalaikat Kita
Akhla Nabi Muhammad SAW, sudah mulia sebelum di angkat ia menjadi Nabi. Maka setelah Allah anugrahkan gelar kenabiannya, maka hal lainnya, ajaran dan tuntunan baru menyusul secara bertahap untuk memperkuat akhlak-akhlak lain bagi terbangunnya hubungan berimbang, antara habluminannas, dan habluminallah.
Sehingga dengan demikian, harapan terbesar dari berislamnya kita, adalah terbangunnya manusia berkeadaban mulia, yang bisa menjadi malaikatnya bumi, pembawa ciri ketaatan mahluk mulia, penebar cinta kasih pada seluruh mahluk di alam semesta.
Akhlak adalah sayap kita menuju Tuhannya. Akhlak adalah jalan kita pada ketaatan seperti halnya para malaikat miliki.
Keberadaan akhlak kita, bila semakin baik, akan menguatkan sayap-sayap ke malaikat kita...kita adalah mahluk pertengahan antara kebaikannya malaikat, dan keburukannya iblis.
Bila sayap iblis adalah hawa nafsu, emosi, pikiran picik yang buruk penuh dendam, dan prasangka... maka sayap malaikat hanya perlu kebaikan akhlak saja.
Apakah kita memiliki sayap seperti malaikat itu ? Atau tampa sadar kita telah memiliki sayapnya iblis !
Untuk jawabannya... Mari kita lihat kembali akhlak kita. Hanya kita yang bisa merasakan akhlak baik kita yang sebenarnya. Dan anehnya, manusia lainpun bisa merasakan kehadiran sayap malaikat kita, atau sayap keiblisan kita.
Mari kita syukuri bersama jika akhlak kita sudah terdidik baik oleh alam dan perjalanan waktu. Seperti terdidiknya Akhlak Nabi oleh situasi-situasi yang menumbuhkan kedewasaan akhlaknya, semoga kita mampu terus memproses kan kebaikan akhlak kita, hingga suatu waktu, Allah akan mengenalkan diriNya pada kita, karena atas jalannya sang akhlak kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!