Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

China Larang Pesawat Sayap Ringan Usai Insiden Beijing

Desi Rossilawati
Selasa, 30 Juni 2026 | 16:02 WIB
Bagikan
China Larang Pesawat Sayap Ringan Usai Insiden Beijing

Tangkapan layar - Pecahan pesawat kecil setelah menabrak gedung tertinggi CITIC Tower di Beijing pada Jumat (26/6/2026)./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Dampak kecelakaan pesawat yang menghantam salah satu gedung pencakar langit terkemuka di Beijing langsung memicu respons tegas dari otoritas China. Pemerintah melarang seluruh operator penerbangan swasta untuk mengoperasikan pesawat sayap ringan, menyusul insiden tragis yang terjadi pekan lalu.

Kecelakaan itu terjadi pada Jumat (27/06/2026) ketika sebuah pesawat kecil menghantam CITIC Tower, gedung pencakar langit tertinggi di Beijing yang juga dikenal dengan nama China Zun. Insiden tersebut menewaskan seorang pilot dan 13 orang lainnya.

Pesawat yang terlibat dalam tabrakan itu diidentifikasi sebagai Sunward SA60L Aurora, yakni jenis pesawat olahraga ringan berkapasitas dua penumpang yang diproduksi di dalam negeri China.

Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing berjatuhan dari menara setinggi 528 meter setelah terjadi benturan. Bagian ekor pesawat juga terlihat berada di permukaan tanah.

Otoritas distrik di Beijing mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

"Aktivitas penerbangan di China selain layanan kargo dan komersial menurun tajam pada Sabtu (27/) setelah insiden tersebut," demikian mengutip Flightradar24 pelacak langsung data penerbangan.

Pada awal tahun ini, otoritas Beijing juga memberlakukan aturan baru yang melarang penerbangan pesawat nirawak di sebagian besar wilayah ibu kota China itu.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.