RAMADANAN | Dampak Korupsi Bagi Kehidupan
Kelebihan harta mereka justru diperuntukkan untuk dakwah dan syiar Islam hingga mencapai kejayaan yang cemerlang.
Allah berfirman dalam surat An-Nisaa ayat 59: “Hai orang-orang yang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan ulil amri kalian.” Dalam ayat ini, ketaatan kepada raja, khalifah, atau pemerintah itu perintah agama, dan sudah menjadi hal yang wajar di mana-mana. Rajanya baik, insyaAllah rakyatnya pun turut menjadi baik. Rajanya foya-foya, rakyat ikut senang-senang. Rajanya korupsi, rakyat pun akan ikut ramai-ramai korupsi di segala bidang. Itulah yang terjadi.
Korupsi, selain menghancurkan Negara dan masyarakat, juga menghancurkan masa depan di akhirat. Rajin shalat dan puasa serta haji bias jadi tidak berarti ketika ternyata ada perilaku korupsi yang kita lakukan. Pahala semua ibadah yang utama-utama itu bisa sirna karena satu-dua akhlak buruk kita dalam memperoleh harta.
Tentu kita semua ingat dan pernah mendengar ketika ada seorang sahabat Nabi yang meninggal dunia pada waktu terjadi peristiwa penaklukan Khaibar yang dikuasai oleh Yahudi pada tahun 629 M. Khaibar adalah nama sumber air yang berada sekitar 150 Km dari Madinah, waktu itu ditempuh 3 hari perjalanan.
Kematian salah seorang sahabat itu disampaikan kepada Rasulullah SAW. Namun apa respon Rasulullah mendengar itu? Beliau bersabda: “Salatkanlah saudara kalian ini".
أَط آمَنُوا َ الَّذِين يَاأَي ُّهَاوَأُو َ الرَّسُول وَأَطِيعُوا َ َّ للَّ يعُوااِلمِنكُم ِ ا لَْمر
Rasulullah ini membuat sebagian sahabat heran dan bertanya-tanya. Sebab sahabat itu dikenal sebagai sahabat yang baik. Rasulullah SAW mampu membaca keheranan para sahabatnya ini. Karena itulah kemudian beliau menjelaskan, “Sungguh saudara kalian ini menggelapkan harta rampasan perang di jalan Allah.”
Mendengar sabda Rasulullah ini para sahabat langsung memeriksa harta bawaannya dan ternyata kami menemukan kharazan (perhiasan/manik-manik atau permata orang Yahudi yang harganya tidak mencapai dua dirham.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!